Konferensi KPK terkait penetapan tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY)/Medcom.id/Fachri.
Konferensi KPK terkait penetapan tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY)/Medcom.id/Fachri.

Rachmat Yasin Potong Anggaran SKPD hingga Terima Mobil Rp825 Juta

Nasional kpk rachmat yasin
Fachri Audhia Hafiez • 13 Agustus 2020 20:50
Jakarta: Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama menjabat Bupati Bogor 2008-2014 ia diduga memotong anggaran, menerima hibah tanah hingga memperoleh mobil.
 
Rachmat mengumpulkan Rp8,93 miliar dengan meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor. Modusnya menyampaikan kebutuhan dana yang ia perlukan dengan menggelar sejumlah pertemuan.
 
"RY diduga beberapa kali melakukan pertemuan baik resmi maupun tidak dengan para SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Mantan Bupati Bogor Ditahan
 
Pada setiap pertemuan Rachmat menyampaikan kebutuhan dana di luar pembiayaan APBD yang harus dipenuhi oleh bupati. Khususnya operasional bupati dan biaya pencalonan kembali.
 
"Untuk memenuhi kebutuhan itu, RY menyatakan kepada para kepala dinas untuk membantunya. Maksudnya, RY meminta setiap SKPD menyetor sejumlah dana kepadanya," ujar Lili.
 
Menurut Lili, setiap SKPD diduga memiliki sumber dana yang berbeda selama 2009-2014. Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dana insentif dari jasa pelayanan RSUD, pungutan kepada pihak yang mengajukan perizinan dan pungutan kepada pihak rekanan yang memenangkan tender.
 
Terkait penerimaan gratifikasi tanah 20 hektare, diawali dengan pengajuan seorang pemilik tanah ingin mendirikan pondok pesantren dan kota santri pada 2010. Tanah seluas 350 hektare itu terletak di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.
 
Pemilik tanah itu berencana akan menghibahkan tanahnya seluas 100 hektare ke Pemkab Bogor agar pembangunan pesantren terealisasi. Namun rupanya Rachmat tergoda dan meminta bagian hibah sebanyak 20 hektare.
 
"Pemilik tanah kemudian menghibahkan atau memberikan tanah seluas 20 hektare tersebut sesuai permintaan RY," ungkap Lili.
 
Rachmat juga meminta seorang pengusaha untuk membeli sebuah Toyota Vellfire Rp825 juta dengan uang muka dibayar sendiri. Ia diduga memiliki kedekatan dengan pengusaha yang memegang beberapa proyek di lingkungan Kabupaten Bogor itu.
 
Pengusaha ini juga pernah menjadi salah satu tim sukses kampanye Rachmat. "Pemberian gratifikasi pada RY diduga dilakukan dalam bentuk pembayaran cicilan mobil sebesar Rp21 juta per bulan sejak April 2010-Maret 2013," ucap Lili.
 
Rachmat ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Ini merupakan perkara kedua yang menjerat Rachmat.
 
Rachmat sebelumnya telah divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp300 juta. Dia menerima suap Rp4,5 miliar untuk memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif