Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Rachmat Yasin Mangkir Pemeriksaan KPK

Nasional rachmat yasin
Fachri Audhia Hafiez • 06 Juli 2019 01:50
Jakarta: Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yasin sedianya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan gratifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
 
"Tersangka meminta penjadwalan ulang karena sedang sakit," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Pada pemeriksaan hari ini, penyidik juga memanggil empat saksi lain. Mereka yakni eks Kepala Badan Perizinan Terpadu Bogor, Udin Syamsudin dan Kepala Seksi Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor, Rahmat Mulyana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Pegawai Dispenda Kabupaten Bogor, Sri Hartati serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati. Para saksi dicecar soal pemotongan anggaran yang dilakukan Yasin.
 
"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait pemotongan anggaran yang dianggap hutang oleh tersangka Yasin," ujar Febri.
 
Yasin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi. Selama menjabat Bupati Bogor periode 2008-2014, Yasin diduga meminta, menerima, dan memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Rp8.931.326.223.
 
(Baca: KPK Mulai Gali Aksi Lancung Rachmat Yasin)
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Yasin sebelumnya. Yasin dijerat dalam kasus suap tukar lahan kawasan hutan lindung seluas 2.754 hektare untuk PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Dalam kasus itu, Yasin baru keluar setelah pengajuan cuti menjelang bebas (CMB) dipenuhi. Dia seharusnya bebas dari jeruji besi pada September 2019.
 
Lembaga antirasuah telah memproses tiga tersangka lain yang ditangkap pada 7 Mei 2014. Tiga orang itu ialah Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor, M Zairin; pihak swasta bernama FX Yohan Hap; serta Komisaris Utama PT Jonggol Asri sekaligus Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala.
 
Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif