Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.

KPK Menerima Tambahan Laporan Gratifikasi Lebaran

Nasional kpk dugaan gratifikasi
Juven Martua Sitompul • 14 Juni 2019 15:59
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 67 tambahan laporan gratifikasi Idulfitri 1440 Hijriah. Total laporan dugaan gratifikasi yang diterima KPK sejak 14 Mei 2019 hingga hari ini sebanyak 161.
 
"Jumlah ini meningkat 67 laporan dari jumlah laporan tanggal 10 Juni 2019 sejumlah 94 laporan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Menurut Febri, dari 67 laporan gratifikasi Lebaran itu, terdapat satu laporan penolakan gratifikasi. Jika diuangkan, nilai gratifikasi tersebut mencapai Rp124 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentuk laporan gratifikasi tambahan tak berbeda jauh dengan laporan sebelumnya. Gratifikasi sebagian besar berupa uang dan barang/makanan dalam bentuk parcel hari raya.
 
"Kemudian, bahan makanan seperti kopi, beras, minyak goreng, kurma dan minuman kaleng juga salah satu bentuk gratifikasi yang dilaporkan," ujarnya.
 
Baca: Pejabat Negara Diminta Tolak Gratifikasi Lebaran
 
Tak hanya itu, Kamis, 13 Juni 2019, salah satu BUMN dan pemerintah daerah juga melaporkan penerimaan barang berupa mesin pembuat kopi, oven toaster dan sarung. Seluruh laporan gratifikasi tersebut akan diproses KPK paling lambat 30 hari kerja untuk menentukan status kepemilikan.
 
"Apakah menjadi milik negara atau milik penerima atau perlakuan lain yang sesuai dengan aturan hukum terkait gratifikasi," ujarnya.
 
KPK berterima kasih kepada Kementerian/Lembaga yang memiliki Unit Pengendali Gratifikasi yang terus aktif berkoordinasi dengan KPK. Kami berharap UPG di kementerian/lembaga terus aktif dan mempermudah proses pelaporan gratifikasi.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif