Ilustrasi radikalisme- Medcom.id
Ilustrasi radikalisme- Medcom.id

Pemerintah Harus Mewaspadai Paham Takfiri

Nasional Tangkal Radikalisme
Cindy • 21 Oktober 2019 12:33
Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai pergerakan kelompok teroris berpaham takfiri. Kelompok tersebut membenci setiap orang yang setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Teroris takfiri ini kelompok radikal yang berpandangan bahwa pihak yang cinta NKRI alias yang berseberangan adalah musuh dan wajib diperangi," kata pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta saat dihubungi, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Menurut dia, kelompok ini cukup berbahaya. Mereka menyebarkan pemahamannya melalui media sosial. Kelompok radikal tersebut juga berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Stan menyebut SA alias Abu Rara, penusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, juga masuk kelompok teroris takfiri. "Iya dia menyerang Pak Wiranto karena kebencian terhadap pemerintah, yang dianggap sebagai penghalang ideologi dan eksistensi mereka," ujar Stan.
 
Pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat memerangi terorisme. Deteksi awal perilaku radikal ialah dari orang terdekat, terutama keluarga.
 
Pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait deteksi dini ancaman terorisme. Dengan begitu, pemerintah dapat mencegah bibit radikal yang tumbuh di masyarakat.
 
"Kalau masyarakat bisa mempunyai kemampuan deteksi dini atas ancaman radikalisme dan terorisme maka pencegahan bisa dilakukan dengan baik," kata Stan.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif