Ilustrasi/AFP/Mohd Rasfan
Ilustrasi/AFP/Mohd Rasfan

Keterlibatan Ayah Winda Earl Diulik Polisi

Nasional kasus penggelapan kasus pembobolan dana
Siti Yona Hukmana • 11 November 2020 18:25
Jakarta: Polisi terus menyelidiki kasus pembobolan dana nasabah atlet e-sports Winda Lunardi alias Winda Earl. Salah satunya, menyelidiki hubungan antara Ayah Winda, Herman Lunardi dan Kepala Cabang (Kacab) Maybank Cipulir, AT.
 
"Semua itu akan dikorek keterkaitan bagaimana nanti korban. Kemudian saksi-saksi, antara saksi satu dan saksi yang lainnya dari situ juga akan menjadikan bahan penyidik mengorek atau membuat pertanyaan kepada tersangka (AT)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 11 November 2020.
 
Kuasa Hukum Maybank Hotman Paris Hutapea sebelumnya mengatakan ada dugaan keterlibatan Ayah Winda, Herman Lunardi dengan AT. Herman menerima bunga tabungan Winda Earl Rp576 juta dari rekening pribadi BCA AT.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Herman juga menerima uang dari Prudential Rp4 miliar. Uang tersebut merupakan bagian dari pengembalian uang pembatalan polis asuransi Winda yang diajukan AT sebesar Rp6 miliar. Herman dan AT juga disebutkan saling mengenal sejak lama.
 
Baca:Kasus Pembobolan Dana Winda Earl Bakal Dipertajam Melalui Ahli Perbankan
 
Awi tak mau berpolemik dengan pernyataan Hotman. Sebab, hal tersebut masuk ke dalam meteri penyidikan. Awi menegaskan kepolisian menggunakan tiga unsur penting untuk mendapatkan bukti segitiga atau triangle evidence.
 
"Keterkaitan korban, saksi, tersangka, kemudian barang bukti penyidikan centralnya itu adalah di tempat kejadian perkara (TKP)," ungkap Awi.
 
Pihaknya akan melakukan olah TKP usai memeriksa semua saksi, baik korban, keluarga korban, tersangka, dan ahli. Barang bukti yang ditemukan akan menjadi penunjang penyidikan.
 
"Sehingga saya enggak bisa sampaikan satu-satu, karena nanti memengaruhi proses penyidikan dan karena ini masih berlangsung eggak menutup kemungkinan ada tersangka lain," tutur Awi.
 
AT ditetapkan sebagai tersangka. Bisnis manajer Maybank Cipulir itu menggasak Rp22 miliar uang nasabah Winda Earl dan menyerahkan ke temannya untuk investasi.
 
Polisi telah menyita aset tersangka berupa mobil, tanah dan bangunan. Tersangka AT dijerat pasal Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp100 miliar.
 
Kemudian, Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif