Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Antara/Aditya Pradana Putra
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Antara/Aditya Pradana Putra

Titik Api Kebakaran Kejagung Dicari Menggunakan Satelit

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 24 Oktober 2020 02:43
Jakarta: Titik api kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) dipastikan berada di lantai 6 Aula Biro Kepegawaian. Polisi tidak asal dalam menentukan titik kebakaran tersebut.
 
"Keterangan saksi-saksi yang menjelaskan asal api. Kita juga minta keterangan ahli kebakaran Institut Pertanian Bogor (IPB) (Bambang Hero) untuk menggunakan satelit yang bisa mengetahui titik api awal," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Ferdy mengatakan satelit itu biasa digunakan penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan. Satelit itu diklaim tidak pernah meleset dalam mengendus titik api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Spekulasi di luar titik api banyak, sehingga kita harus gunakan teknologi apakah benar banyak titik api," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Gedung Utama Kejagung terbakar pada Sabtu, 23 Agustus 2020. Polisi menetapkan delapan tersangka dalam kebakaran yang menimbulkan kerugian hingga Rp1,2 triliun itu.
 
Baca: Kapuslabfor: Ada Senyawa Solar di Setiap Lantai Gedung Kejagung
 
Mereka yakni lima tukang berinisial T, H, S, K, dan IS. Lalu, mandor berinisial UAN, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH, dan Direktur Utama PT ARM berinisial R.
 
Lima tukang menjadi tersangka karena merokok saat bekerja. Sedangkan, mandor menjadi tersangka akibat lalai dalam mengawasi tukangnya.
 
Sementara itu, pejabat Kejagung menjadi tersangka karena tidak mengecek pembersih lantai merek Top Cleaner yang mengandung fraksi solar. Top Cleaner yang diproduksi PT ARM juga tidak memiliki izin edar.
 
Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif