Ilustrasi sidang terdakwa kasus sengketa tanah di Cakung, Jakarta Timur, Paryoto. Dok. Istimewa
Ilustrasi sidang terdakwa kasus sengketa tanah di Cakung, Jakarta Timur, Paryoto. Dok. Istimewa

Divonis Bebas, Eks Juru Ukur Tanah BPN Menangis

Nasional kasus tanah sengketa tanah
Juven Martua Sitompul • 15 Desember 2020 22:24
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan terdakwa kasus sengketa tanah di Cakung, Paryoto, tidak bersalah atas semua tuntutan hukum yang dituduhkan kepadanya. Juru ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu dianggap tidak bersalah selama menjalankan tugasnya dan dinyatakan bebas dari jeratan hukum.
 
"Memutuskan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan kesatu dan kedua, serta diwajibkan mengembalikan nama baik terdakwa," kata Ketua Majelis Hakim Syafrudin A Rafiek dalam putusannya di PN Jakarta Timur, Selasa, 15 Desember 2020.
 
Putusan tersebut membuat Paryoto tidak kuasa menahan haru. Paryoto mendapat dukungan dan ucapan selamat dari kerabat yang hadir di persidangan atas keadilan hukum yang didapatnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paryoto yang diwakili kuasa hukumnya, yakni Wardaniman Larosa dan Renatus Reno Gulo, sangat bersyukur dan mengapresiasi putusan hakim. Menurutnya, majelis hakim telah melihat dengan jelas bukti serta keterangan ahli yang dipaparkan dalam persidangan sehingga mendapatkan dasar yang kuat dalam memberikan putusan.
 
Dengan putusan itu, tim kuasa hukum berharap menjadi bukti tambahan bagi kedua tersangka lainnya, yakni Benny Tabalujan dan Achmad Djufri. "Kami harapkan tentunya kedua tersangka lain dinyatakan tidak bersalah atas segala tuduhan selama ini," tegas dia.
 
Vonis bebas itu sesuai harapan Paryoto. Sejak awal, Paryoto yakin tak bersalah. Dia hanya melaksanakan tugasnya sebagai juru ukur saat mengukur tanah milik Benny Tabalujan pada 2011.
 
"Sudah ratusan kali saya melakukan pengukuran tanah. Semuanya saya jalankan sesuai SOP. Enggak beda dengan saya lakukan di tanah Cakung Barat, tapi yang satu itu membuat saya jadi tersangka," ucapnya.
 
Baca: Juru Ukur Tanah Menanti Keadilan
 
Pekerjaan itulah yang membuatnya ditersangkakan Polda Metro Jaya pada Mei 2020 hingga berujung pada meja hijau. Mengadu ke atasan di kantornya, Paryoto justru tak dianggap.
 
Semua lepas tangan dan membuat Paryoto kalut. Hal itu pun dimanfaatkan seseorang bernama Awi untuk menjerumuskannya.
 
"Ini sih saya dikorbanin. Saya minta dilindungin, malah dijorokin," seloroh Paryoto.
 
Dia tak ingin dimanfaatkan untuk menjerat dua tersangka lainnya itu. "Dari saya bisa masuk ke mereka lagi. Itu berarti saya ikut menzalimi mereka," ujar Paryoto.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif