Ilustrasi penyekatan MI/Andri Widiyanto.
Ilustrasi penyekatan MI/Andri Widiyanto.

Polisi: Volume Kendaraan Keluar-Masuk Jakarta Melalui Tol Turun 40%

Nasional polri Jalan Tol Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 zona covid-19 Satu Tahun Covid-19 ppkm PPKM Mikro PPKM Darurat
Siti Yona Hukmana • 18 Juli 2021 08:16
Jakarta: Korps Lalu Lintas Polri menambah titik penyekatan mobilitas masyarakat menjadi 1.038 mulai dari Lampung hingga Bali menjelang Hari Raya Iduladha. Volume kendaraan masuk Jakarta melalui tol disebut mengalami penurunan yang signifikan. 
 
"Dari tanggal 3-16 Juli sebelum itu ada 1.900.000 sekian, kemudian dievaluasi untuk dari tanggal 6-16 ini hanya 1.100.000. Rata-rata mengalami hampir 40 persen penurunan," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan, Minggu, 18 Juli 2021. 
 
Rudy mengatakan volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui tol juga mengalami penurunan 40 persen. Dia megaku terus memantau pergerakan kendaraan di tol dan meminta data-data keluar masuk kendaraan ke PT Jasa Marga. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PPKM Darurat, Polisi Tegaskan Ojol Bebas Penyekatan
 
"Sabtu siang juga kita melakukan pemantauan patroli udara dengan Kabaharkam (Komjen Arief Sulistyanto) dan benar-benar di jalur tol ini sudah mengalami penurunan," ungkap Rudy. 
 
Dia menyebut jalan tol kini banyak dilintasi kendaraan-kendaraan logistik. Rudy berharap penurunan volume kendaraan itu bertahan terus sebelum dan setelah Iduladha.
 
Di samping itu, Rudy menyebut mobilitas masyarakat masih banyak terjadi di jalan-jalan arteri. Maka itu, dia mengajak masyarakat, tokoh masyarakat, rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW), komunitas untuk mengurangi mobilitas selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
 
"Harapan kita semua mobilitas turun. Sehingga covid-19 ini benar-benar bisa turun," ungkapnya. 
 
Sebanyak 1.038 titik penyekatan diberlakukan mulai 16-22 Juli 2021. Penambahan titik itu untuk mengantisipasi pemudik menjelang Hari Raya Iduladha. 
 
Rincian penyekatan ialah tujuh titik di pelabuhan, 86 titik penyekatan di jalan tol, dan 945 titik penyekatan di jalan nontol. Penyekatan paling banyak ada di Jawa Barat, yakni 353 titik. Sebanyak 21 titik di jalan tol dan 332 lokasi di jalan nontol. 
 
Kemudian Jawa Tengah ada 271 titik penyekatan dan Jawa Timur sebanyak 209 titik. Banten menjadi provinsi dengan titik penyekatan paling sedikit. Jumlahnya hanya 20 titik.
 
Berikut sebaran 1.038 titik penyekatan PPKM darurat dan persiapan pengamanan Iduladha 2021:
 
1. Lampung: 21 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 di jalan nontol, dan 2 di pelabuhan)
2. Banten: 20 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 di jalan nontol, dan 1 di pelabuhan)
3. Metro Jaya: 100 lokasi (15 lokasi di jalan tol dan 85 di jalan nontol)
4. Jawa Barat: 353 lokasi (21 lokasi di jalan tol dan 332 di jalan nontol)
5. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 23 lokasi (semua di jalan nontol)
6. Jawa Tengah: 271 lokasi (27 lokasi di jalan tol dan 244 di jalan nontol)
7. Jawa Timur: 209 lokasi (19 lokasi di jalan tol, 189 di jalan nontol, dan 1 di pelabuhan)
8. Bali: 41 lokasi (38 lokasi di jalan nontol dan 3 di pelabuhan).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif