Sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Mantan Manager Merger dan Investasi pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Mantan Manager Merger dan Investasi pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Mantan Petinggi Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Fachri Audhia Hafiez • 18 Maret 2019 19:05
Jakarta: Mantan Manager Merger dan Investasi pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto divonis delapan tahun penjara. Dia juga dihukum denda Rp1 miliar subsidair empat bulan kurungan.
 
"Mengadili dan menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Frangki Tambuwun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.
 
Bayu dinilai terbukti merugikan negara sebanyak Rp586 miliar dalam investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Langkah itu dianggap telah menyalahgunakan wewenang dengan mengabaikan prosedur investasi dan pedoman investasi lainnya dalam Participating Interest (PI) di Blok BMG.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam memutuskan investasi PI, Pertamina menyetujui PI Blok BMG tanpa adanya uji kelayakan serta tanpa adanya analisa risiko. Namun, proses ditindaklanjuti dengan penandatanganan sale purchase agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan dari bagian Legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina.
 
Dengan demikian langkah itu dinilai telah merugikan negara dan memperkaya Rock Oil Company (ROC) Australia, yang memiliki Blok BMG Australia.
 
"Pada prinsipnya dewan komisaris tidak setuju proses pembelian PI di Blok BMG dengan pertimbangan bahwa cadangan dan produksi aset tersebut relatif kecil. Sehingga tidak mendukung Pertamina strategi penambahan cadangan dan produksi minyak PT Pertamina," kata hakim.
 
Baca: Kejaksaan Tahan Eks Direktur Keuangan Pertamina
 
Dalam pertimbangan hukuman, majelis hakim menilai perbuatan Bayu tidak mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu Bayu tidak mengakui perbuatannya dan tidak berterus terang.
 
"Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya dan menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah," kata Hakim Frangki.
 
Atas perbuatannya, Bayu dianggap melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Kuasa hukum Bayu mengaku pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. Sementara Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung juga menyatakan pikir-pikir.
 
Untuk diketahui, kasus ini turut menyeret mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galalia Agustiawan; dan Mantan Direktur Keuangan PT Pertamina Frederick Siahaan dan Legal Consul & Compliance PT Pertamina Genades Panjaitan.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif