Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan pengajuan ekspor CPO oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan pengajuan ekspor CPO oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Dirut Musim Mas Kesal Diatur Lin Che Wei Soal Distribusi Minyak Goreng

Fachri Audhia Hafiez • 16 November 2022 15:27
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Musim Mas, Erlina, mengungkapkan kekesalannya saat rapat terkait kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng dengan pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag). Erlina kesal karena terdakwa Lin Che Wei mengatur pendistribusian minyak goreng secara sepihak.
 
Awalnya pengusaha atau produsen diminta komitmennya oleh Kemendag untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di dalam negeri ketimbang ekspor. Kemudian, pendistribusian minyak goreng akan diatur.
 
"Dia (Lin Che Wei) bantu Kemendag tetapi caranya terlalu keras, jadi saya pun marah. Enggak bisa seperti membalikkan telapak tangan, yang namanya distribusi itu kan butuh waktu," kata Erlina saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 16 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erlina mengatakan Lin Che Wei meminta Musim Mas untuk mendistribusikan salah satunya ke daerah Lampung. Namun, Erlina menekankan bahwa pihaknya tak menjangkau distribusi hingga ke wilayah tersebut.
 
"Kami tidak ada di Lampung. Pak Lin Che Wei minta saya di Lampung (untuk) mendistribusikan supaya bantu minyak goreng di Lampung, ya saya marah lah," ujar Erlina.
Lin Che Wei, kata Erlina, lebih menekankan pada distribusi minyak goreng yang lebih merata di Indonesia saat kelangkaan terjadi. Produsen diklaim tertekan dengan mekanisme yang disampaikan Lin Che Wei.
 
"Sebenarnya Lin Che Wei menekan kita biar distribusinya merata. Tapi, kita merasa tertekan dengan cara kerja seperti itu. Jadi kita mau yang lebih practical, gitu loh," ucap Erlina.

Baca: Dirut Musim Mas Dicecar Soal Kapasitas Lin Che Wei Ikut Rapat di Kemendag


Erlina dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indra Sari Wisnu Wardhana; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang.
 
Pada perkara ini, Indra Sari Wisnu Wardhana, didakwa rugikan negara total Rp18 triliun. Perbuatan itu juga dilakukan bersama Lin Che Wei; Pierre Togar Sitanggang; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; dan Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma.
 
Perbuatan itu terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan persetujuan ekspor (PE) CPO oleh Kementerian Perdagangan yang melawan hukum. Mereka didakwa memperkaya diri, orang lain, dan korporasi. Yakni, Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau.
 
Perbuatan mereka disebut telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara total Rp18 triliun. Terdiri dari keuangan negara yang dirugikan Rp6.047.645.700.000 dan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925.
 
Indra, Lin Che Wei, Master, Stanley, dan Pierre didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif