Mantan anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, I Nyoman Dharmantra. Foto: Antara Foto/Puspa Perwitasari
Mantan anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, I Nyoman Dharmantra. Foto: Antara Foto/Puspa Perwitasari

Politikus PDIP Bantah Putra Megawati Terlibat Kasus Impor Bawang

Nasional kasus suap Impor Bawang Putih
Whisnu Mardiansyah • 31 Desember 2019 16:59
Jakarta: Eks anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, I Nyoman Dharmantra, membantah keterlibatan putra Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Muhammad Rizky Pratama alias Tatam, dalam kasus dugaan suap terkait kuota impor bawang putih pada 2019. Nyoman menegaskan Tatam tak berkaitan dengan kasus tersebut.
 
"Enggak ada urusan sama Mas Tatam, enggak ada kaitannya," kata I Nyoman usai pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Desember 2019.
 
Jaksa Penuntut Umum pada KPK sempat menanyakan peran Tatam dalam kasus impor bawang ini kepada Nyoman saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Direktur PT Cahaya Sakti Agro Chandry Suanda alias Afung dan dua pihak swasta, Doddy Wahyudi serta Zulfikar. Nyoman mengaku tak mengetahui tujuan jaksa menanyakan peran Tatam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mengenal beliau karena kebetulan beliau putra dari ketua umum saya saja. Saya juga enggak paham kenapa jaksa menanyakan soal nama beliau," kata Nyoman pada Kamis, 28 November 2019.
 
Nyoman juga membantah kuota impor bawang putih kepada Afung sebagai jatah PDIP. "Enggak ada (kuota partai) sama sekali. Dan itu apa saya juga enggak paham kenapa ada dugaan seperti itu, karena menurut saya ya tanyakan sama jaksanya saja," tegas Nyoman.
 
KPK menetapkan I Nyoman sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait kuota impor bawang putih. Nyoman dijerat bersama lima orang lainnya yakni anak buahnya, Mirawati Basri, dan empat pihak swasta, Elviyanto, Chandry Suanda, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.
 
Nyoman diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy. Uang itu diduga untuk memuluskan pengurusan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan), dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati, serta Elviyanto guna memuluskan urusan impor.
 
Dalam kesepakatan itu, Nyoman mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.
 
Nyoman diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer.
 
Chandry, Doddy, dan Zulfikar sebagai penyuap disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Nyoman, Mirawati, dan Elviyanto sebagai penerima sogokan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif