Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Herman Tewas di Tahanan, Komnas HAM Periksa Kapolda Kaltim

Siti Yona Hukmana • 10 Maret 2021 10:53
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Herry Rudolf Nahak. Herry bakal dimintai keterangan terkait tewasnya tahanan Polresta Balikpapan, Herman.
 
"Pada Rabu, 10 Maret 2021, pukul 10.00 WIB, Komnas HAM akan melakukan pengambilan keterangan dari Kapolda Kaltim beserta jajaran terkait kasus meninggalnya almarhum Herman," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M. Choirul Anam dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Maret 2021.
 
Komnas HAM juga akan meminta keterangan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kaltim Kombes Yudi Arkara Oktobera dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Subandi. Pengambilan keterangan ini untuk mendapatkan informasi, data, maupun fakta atas kasus kematian Herman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Serta untuk upaya penegakan hukumnya," ujar Anam.
 
Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak mengaku tidak dipanggil Komnas HAM. Namun, dia bersedia memberikan keterangan terkait meninggalnya Herman.
 
"Saya enggak dipanggil, tapi saya yang berinisiatif bertemu komisioner Komnas HAM," kata Herry.
 
Baca: 6 Polisi Penganiaya Tahanan di Kaltim Diberi Sanksi Pidana dan Etik
 
Herman merupakan tersangka kasus dugaan pencurian dengan pemberatan (curat). Saat ditangkap hingga ditahan, Herman diduga mengalami kekerasan dari aparat.
 
Herman meninggal dengan luka di sekujur tubuh. Keluarga Herman melaporkan peristiwa dugaan kekerasan itu ke Propam Polda Kaltim.
 
Sebanyak enam anggota Polresta Balikpapan diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Herman. Mereka ialah AGS, RH, KKA, ASR, RSS, dan GSR.
 
Dari keenam itu, satu orang merupakan perwira, sisanya bintara dengan pangkat ajun inspektur dan brigadir. Keenam anggota telah ditetapkan sebagai tersangka dan dibebastugaskan.
 
"Anggota kepolisian yang melakukan penganiayaan mengakibatkan (Herman) meninggal, tersangka pencurian dengan pemberatan ini kita kenai pidana dan kode etik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa, 9 Februari 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif