Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

971 Orang Jadi Korban Grab Toko, Kerugian Mencapai Rp17 Miliar

Nasional penipuan pencucian uang undang-undang ite
Siti Yona Hukmana • 13 Januari 2021 08:19
Jakarta: Polisi selesai memeriksa pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra, 33. Tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan pencucian uang itu mengaku menerima pesanan barang dari 980 konsumen.
 
"Dari 980 customer yang memesan barang elektronik di situs Grab Toko, hanya sembilan customer yang menerima barang pesanan tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021. 
 
Baca: Tipu Pelanggan, Polisi Tangkap Pemilik Toko Online
 
Slamet mengatakan sembilan barang yang dikirimkan ke konsumen dibeli tersangka di pusat perbelanjaan ITC dengan harga normal. Sementara itu, 971 konsumen lainnya tidak pernah menerima produk yang dipesan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slamet menyebut pihaknya bekerja sama dengan beberapa bank untuk mendalami kasus ini. Bank tersebut ialah BCA, BNI, dan BRI. 
 
"Pihak bank juga membantu penyidik dalam upaya penanganan tindak pidana ini. Total kerugian ditaksir sekitar Rp17 miliar dari pihak iklan dan pembeli," ungkap jenderal bintang satu itu.
 
Yudha diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan yang mengkibatkan kerugian konsumen. Dia dijerat Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Kemudian, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Tersangka terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif