Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal

Tipu Pelanggan, Polisi Tangkap Pemilik Toko Online

Nasional penipuan undang-undang ite
Siti Yona Hukmana • 13 Januari 2021 05:00
Jakarta: Pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra, ditangkap Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Yudha ditangkap pada pukul 20.00 WIB Sabtu, 9 Januari 2021 di Jalan Pattimura, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
"Dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana, atau pencucian uang," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan itu. Di antaranya, satu OPPO F11 Pro, satu Samsung A21S; satu Samsung Galaxy 10, satu Samsung Galaxy j7 Prime, dan satu unit MacBook Air Serial Number C02NGE4HG083.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petugas juga menyita dua kartu SIM, lima akses cohive kantor Grab Toko Lantai 12 A Plaza 89 Kuningan, KTP atas nama Yudha Manggala Putra, serta satu token BNI. "Penyidik tengah melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang disita," ucap jenderal bintang tiga itu.
 
Yudha diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi berita bohong dan menyesatkan yang mengkibatkan kerugian konsumen. Dia dijerat Pasal 45 A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Penangkapan Yudha berawal saat korban melaporkan dugaan penipuan pemilik ke dengan nomor register LP/B/0019/I/2021/Bareskrim bertanggal 9 Januari 2021. Grab Toko juga dilaporkan oleh sejumlah orang yang mengaku korban ke Polda Metro Jaya yang terdaftar dengan nomor LP/96/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ pada 7 Januari 2021.
 
Salah satu korban, Dita, mengaku Grab Toko telah menipu ratusan konsumen. Ratusan konsumen itu tidak menerima barang pesanan padahal telah mentransfer uang. Total kerugian konsumen disebut mencapai Rp1 miliar.
 
"Karena kemarin IG-nya enggak bisa kita akses sama CS-nya pun tidak balas chat kita sampai detik ini," kata Dita di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Januari 2021.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif