Suasana sidang terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Teddy Tjokrosapoetro. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Suasana sidang terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Teddy Tjokrosapoetro. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hakim Tegur Jaksa Terkait Berkas Barang Bukti Kasus Teddy Tjokro

Fachri Audhia Hafiez • 13 April 2022 13:35
Jakarta: Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto menegur jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dengan terdakwa Teddy Tjokrosapoetro. Teguran terkait daftar barang bukti yang berkaitan dengan saksi swasta Lisa Anastasia.
 
"Makanya sebenarnya disiapkan dong untuk ditunjukkan daftarnya, nomor berapa daftar bukti keseluruhan," tegas Eko saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 13 April 2022.
 
Barang bukti yang ingin diperlihatkan terkait pembukaan rekening pada bursa efek. Eko juga menekankan daftar barang bukti akan memudahkan majelis hakim untuk menyusun putusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko menambahkan perkara ASABRI memiliki banyak berkas barang bukti. Jaksa penuntut umum diminta secara cermat dalam menyusun berkas-berkas tersebut.
 
"Ujung-ujungnya kita nanti kita dianggap tidak memperhatikan bukti, jangan salahkan itu. Tapi, saudara enggak sempurna dalam menyampaikan bukti, ya kalau luput dari perhatian majelis ya risiko," kata Eko.
 
Baca: Dipastikan Tak Mangkrak, Kejagung Masih Lengkapi Berkas Tiga Tersangka ASABRI
 
Pada persidangan kali ini, saksi Lisa menjelaskan terkait dengan pembukaan akun saham yang diduga dilakukan Teddy sebagai nominee. Lisa mengetahui hal itu karena pernah bekerja sebagai anak buah kakak Teddy dalam pengelolaan saham, yakni Benny Tjokrosaputro.
 
"Nominee atas nama Teddy digunakan sejak sekitar 2014-2015. Pembukaan sama seperti nominee lain memberikan KTP dan NPWP. Setahu saya terdakwa tahu soal pembukaan akun," kata Lisa.
 
Pada perkara ini, Teddy didakwa memperkaya diri sebesar lebih dari Rp6 triliun. Perbuatan itu berasal dari pengelolaan investasi dalam bentuk pembelian saham dan reksadana menggunakan dana investasi PT ASABRI pada 2012-2019.
 
"Telah memperkaya terdakwa dan orang lain yang diantaranya memperkaya Benny Tjokrosaputro, Jimmy Sutopo, dan terdakwa Teddy Tjokrosaputro sebesar Rp6.087.917.120.561 dari dana investasi ASABRI," kata jaksa penuntut umum Zulkipli saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Maret 2022.
 
Benny dan Jimmy juga terjerat kasus tersebut. Benny masih menjalani persidangan, sedangkan Jimmy telah divonis 13 tahun penjara.
 
Dugaan rasuah di ASABRI terkait dengan pengelolaan keuangan dan dana investasi yang berlangsung pada 2012 hingga 2019. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) korupsi itu merugikan keuangan negara total Rp22,7 triliun.
 
Teddy juga didakwa dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia telah menyamarkan hasil kekayaan yang dia peroleh dari pengelolaan pengelolaan keuangan dan dana investasi.
 
Dia menyamarkan kekayaan dari kejahatan tindak pidana korupsi itu dengan mentransfer atau mengalihkan melalui penyetoran modal untuk kepentingan mengakuisisi beberapa perusahaan. Lalu, melakukan pembelian tanah, bangunan, mobil, dan menggunakan dana untuk biaya operasional perusahaan.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif