Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Isfan Harun.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Isfan Harun.

KPK Dalami Pertemuan Romi dan Pihak Lain

Nasional OTT Romahurmuziy
Juven Martua Sitompul • 25 Maret 2019 20:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami semua pertemuan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) dengan pihak lain dalam praktik dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.
 
"Semua pertemuan dan komunikasi tersangka dengan pihak lain, termasuk aliran dana pasti kami telusuri satu persatu dari para saksi yang ada," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.
 
Penyidik juga mendalami hubungan Romi dengan dua tersangka lain, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah pernah ada rekomendasi dan bentuknya bagaimana, itu menjadi salah satu poin yang kami dalami," ujarnya.
 
Lembaga Antirasuah memastikan telah mengantongi bukti adanya kesepakatan jumlah uang antara Romi dengan kedua tersangka selaku penyuap. Penyidik juga menemukan cukup bukti aliran uang terhadap pihak-pihak yang terlibat.
 
"Secara lebih detail dan secara lebih teknis saya kira tidak tepat kalau saya jelaskan materi penyidikannya," kata Febri.
 
Baca: KASN Terima Laporan Jual Beli Jabatan Kemenag
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi diduga mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi diduga menerima suap dari Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 
Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif