Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim (kanan) memberikan kesaksian pada sidang kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.
Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim (kanan) memberikan kesaksian pada sidang kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau 1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.

Pengusaha Akui Beri Rp250 Juta untuk Kampanye Suami Eni

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 08 Januari 2019 19:57
Jakarta: Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim mengaku memberikan uang Rp250 juta kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Uang itu, menurut dia, untuk kampanye suami Eni, Muhammad Al Hadziq pada Pilkada Bupati Temanggung 2018.

Iswan yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Eni itu mengatakan, awalnya, Eni sempat menghubungi dan mengajak bertemu. Saat itu, Eni juga meminta bantuan karena suaminya ikut bertarung dalam Pilkada.

"Beliau meminta bantuan untuk memenangkan pilkada suaminya," kata Iswan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca juga: Pengusaha Mengaku Beri Eni Rp400 Juta untuk Bangun MCK Iswan mengaku tidak langsung merespons permintaan tersebut. Sebab, awalnya ia berpikir jika Eni orang mampu dan permintaan itu hanya sebatas bercanda.

Kemudian, setelah beberapa hari pascapertemuan, Eni kembali menghubunginya. Saat itu, Eni kembali menegaskan soal permintaan bantuan uang untuk kampanye Al Hadziq.

"Dari situ saya bilang, langsung hubungi orang saya saja," tutur dia. 

Kemudian, orang suruhan Eni, Indra Purmandani menyambangi kantornya. Ia lalu meminta rekening milik Indra agar uang yang diminta Eni ditransfer ke rekeningnya. 

Menurut dia, saat itu, uang yang ditransfer ke rekening Indra sejumlah Rp200 juta pada 7 Juni 2018. Iswan kembali memberikan Eni uang pada 11 Juli 2018 sebesar Rp50 juta. 

Uang itu, menurut dia, diberikan lantaran suami Eni akhirnya memenangi pilkada di Temanggung. Namun, menurut dia, saat itu Eni tidak menyebut nominal uang yang diminta.

"Saya kasih Rp50 juta," tegas Iswan.

Baca juga: Bupati Temanggung Tak Tega Bersaksi Untuk Istri

Eni sebelumnya didakwa menerima uang Rp4,75 miliar dari bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang suap itu diduga diberikan agar Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-I).

Tidak hanya itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang dari beberapa pengusaha migas berupa uang sejumlah Rp5,6 miliar dan SGD40 ribu. Dalam surat dakwaan, jaksa meyakini, uang-uang gratifikasi tersebut digunakan untuk kampanye Al Hadziq sebagai calon bupati di Pilkada Temanggung.

Eni didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi