Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Jokowi Hapus Tenggat Waktu Penuntasan Kasus Novel

Nasional novel baswedan
Desi Angriani • 09 Desember 2019 22:10
Jakarta: Presiden Joko Widodo menghapuskan tenggat waktu penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Semula Presiden memberi waktu satu bulan bagi Kapolri untuk menemukan dalang kasus tersebut.
 
"Enggak ada (tenggat waktu dari Presiden Jokowi). Cuma segera. Pak Kapolri segera ungkap kasus ini," Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.
 
Menurutnya, penyelesaian kasus Novel tinggal menunggu waktu. Pasalnya, tim teknis sudah menemukan bukti dan petunjuk yang signifikan yakni 37 saksi, 114 toko bahan kimia, hingga 38 titik CCTV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini masalah waktu, dan waktu ini tidak akan berapa lama lagi. Kami sangat optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tidak berapa lama lagi," ungkap dia.
 
Ia memperkirakan dalang penyiraman air keras terhadap Novel akan terungkap beberapa bulan ke depan. Sebab, tim teknis sudah melakukan pengecekan CCTV melalui laboratorium forensik di Mabes Polri maupun Australia.
 
"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan. Dalam waktu dekat," kata Iqbal.
 
Pernyataan Iqbal berbeda dengan apa yang sebelumnya pernah disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk mengungkap dalang penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kasus tersebut harus tuntas pada awal Desember nanti.
 
"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
 
Novel diserang dengan menggunakan air keras pada pagi hari tanggal 11 April 2017 di dekat rumahnya. Akibat serangan tersebut, mata kirinya tidak dapat melihat akibat kerusakan yang parah. Pelaku yang berjumlah dua orang hingga saat ini belum juga ditangkap.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif