Ketua KPK Firli Bahuri/MI/Susanto
Ketua KPK Firli Bahuri/MI/Susanto

KPK Pelajari Unsur Perintangan dalam Pembakaran Dokumen Kasus Walkot Ambon

Candra Yuri Nuralam • 25 Mei 2022 08:37
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari unsur perintangan penyidikan dalam pembakaran dokumen saat menggeledah sejumlah lokasi perkara suap persetujuan izin prinsip pembangunan retail pada 2020. Salah satu yang dipelajari adalah jenis dokumen yang dibakar.
 
"Kalau memasuki unsur, memenuhi unsur, menghambat, menghalangi, menghilangkan barang bukti, dan lain-lain (pasti diproses)," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Firli mengatakan tidak semua dokumen yang ditemukan bisa dijadikan barang bukti. Penyidik butuh mendalami temuan dokumen untuk mengaitkannya dengan perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena konsep barang bukti itu tidak lepas dari apa yang disebutkan barang bukti dan alat bukti, itu tidak bisa sembarangan membakar barang bukti, itu harus kita uji," tutur Firli.
 
Baca: Wali Kota Nonaktif Ambon Diduga Ikut Tentukan Pemenang Lelang
 
KPK dihalangi saat menggeledah sejumlah lokasi perkara dugaan suap persetujuan izin prinsip pembangunan retail pada 2020. Salah satu dokumen sengaja dimusnahkan oleh pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ambon saat penyidik mencari barang bukti.
 
"Seketika juga, tim penyidik langsung mengamankan dan memeriksa oknum tersebut untuk menggali motif perbuatannya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Ambon pada 2020. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif