Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polri Pelajari Permohonan Penangguhan Penahanan Adam Deni

Siti Yona Hukmana • 08 Februari 2022 15:48
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menerima surat permohonan penangguhan penahanan pegiat media sosial (medsos) Adam Deni. Polri langsung mempelajari surat permohonan tersebut. 
 
"Iya betul sudah diterima, nanti penyidik akan memproses dulu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Februari 2022. 
 
Dia mengaku akan menyampaikan hasil asesmen dalam waktu dekat. Perkembangan akan disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpisah, kuasa hukum Adam Deni, Susandi mengatakan surat permohonan penangguhan penahanan dilayangkan ke penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Kamis, 3 Februari 2022. Alasan pengajuan penangguhan penahanan karena Adam Deni tengah sakit. 
 
"Klien kami lagi sakit, dia kan ada lambung, terus perutnya juga sakit, makanya kemarin kami mengajukan," kata Susandi kepada Medcom.id, Selasa, 8 Februari 2022. 
 
Susandi menyebut Adam Deni selalu mengeluh sakit. Adam sempat kesakitan saat menjalani pemeriksaan tambahan pada Senin, 7 Februari 2022.  "Dia sakit mag, kata orang tuanya juga dia memang sering sakit mag, memang harus dirawat dan untuk kepentingan itu kami ajukan penangguhan penahanan tersebut," ungkap Susandi. 
 
Baca: Adam Deni Resmi Ajukan Surat Penangguhan Penahanan
 
Ibu kandungnya menjadi penjamin Adam Deni dalam permohonan penangguhan penahanan tersebut. Susandi berharap penyidik mengabulkan permohonan itu.
 
Sementara itu, pihaknya tidak berkeinginan untuk mengajukan gugatan praperadilan. Pasalnya, Adam Deni ingin kasusnya selesai secara restorative justice.  "Kami akan menempuh jalur perdamaian dan kekeluargaan," ucap Susandi. 
 
Adam Deni ditangkap pada Selasa, 1 Februari 2022, pukul 19.00 WIB. Dia dinilai melakukan tindak pidana lantaran mengunggah dan mentransmisikan dokumen elektronik milik orang lain tanpa izin.
 
Adam langsung menyandang status tersangka. Kemudian, dia ditahan pada Rabu sore, 2 Februari 2022. Adam ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri. 
 
Adam Deni dijerat Pasal 48 ayat 1, 2, 3 Juncto (Jo) Pasal 32 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. 
 
Penyelidikan kasus berawal saat polisi menerima laporan bernomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Direktorat Tindak Pidana Siber tanggal 27 Januari 2022. Pelapor Adam Deni berinisial SYD teranyar disebut bernama Suyudi.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif