Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta)
Kepala Staf Presiden Moeldoko. (Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta)

Moeldoko: Jangan Semena-mena Terhadap Simbol Negara

Nasional ujaran kebencian
Dheri Agriesta • 14 Mei 2019 15:17
Jakarta: Kepala Staf Presiden Moeldoko menilai tindakan pemuda yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo tak beretika. Ia meminta masyarakat tak memperlakukan simbol negara dengan semena-mena.
 
"Sembarangan seperti itu, ini kalau dari sisi keamanan pasti kita akan meningkatkan kewaspadaan tapi saya melihat dari sisi etika, dari sisi pelanggaran hukum supaya dipahami dengan baik," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Perbuatan pemuda tersebut dinilai tak pantas. Sebagai warga negara, seharusnya masyarakat menghormati Kepala Negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Pemuda Pengancam Jokowi Ditahan
 
Moeldoko juga menyoroti fenomena yang terjadi belakangan di masyarakat. Setelah berbuat salah, seseorang mengunggah pernyataan maaf melalui video ke media sosial. Moeldoko menilai kesalahan yang dilakukan harus tetap diproses secara hukum.
 
"Seenaknya berbuat sesuatu setelah polisi melakukan tindakan minta maaf. Apa-apaan ini yang begini, saya sudah sampaikan kepada Kapolri (Jenderal Tito Karnavian), jangan ada lagi maaf, tindak saja," tegas Moeldoko.
 
Jika dimaafkan, kesalahan seperti ini akan terus berulang. Masyarakat pun dinilai bakal makin tidak tertib. Moeldoko menegaskan kesalahan seseorang harus tetap diproses agar menjadi efek jera bagi yang lain.
 
"Agar tidak sembarangan tata kramanya, hukumnya, ada aturan. Kalau ini dibiarkan nanti negara ini menjadi chaos (rusuh), menjadi tidak tertib," pungkas Moeldoko.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif