Aktivis Robertus Robet - Foto: Instagram.
Aktivis Robertus Robet - Foto: Instagram.

Orasi Robertus Robet Dianggap Bentuk Kritik

Nasional tni penghinaan lambang negara penghinaan terhadap penguasa
Eko Nordiansyah • 07 Maret 2019 14:24
Jakarta: Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk Kebebasan Demokrasi menganggap orasi yang disampaikan oleh aktivis Robertus Robet merupakan bentuk kritik. Hal-hal yang disampaikan Robet tidak ada unsur ujaran kebencian apalagi menghina instansi TNI.
 
Perwakilan Aliansi Dosen UNJ, Rakhmat Hidayat mengatakan, Robet mengkritik rencana TNI kembali ke ranah sipil. Bahkan Robet sudah menyampaikan klarifikasi serta permintaan maafnya karena tidak ada maksud menghina TNI secara institusi negara.
 
"Apa yang dilakukan saudara Robet itu sebenarnya hanya ekspresi dia sebagai warga negara, sebagai seorang akademisi, bahwa dia menyampaikan pemikiran, menyampaikan gagasannya, mengkritik itu tadi gagasan kembalinya militer ke dunia sipil itu," kata dia di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 7 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rakhmat menyayangkan video yang beredar hanya sebagian dari keseluruhan yang dilakukan Robet dalam aksi Kamisan. Rakhmat juga menyebut lagu yang dinyanyikan Robet dalam aksi tersebut merupakan lagu yang dulu dibawakan oleh aktivis 98.
 
"Sekarang karena ya konteksnya lagi politik, Pilpres dan seterusnya, nah ini yang sensitif sebetulnya di sini. Tapi kembali ke poin utamanya, persoalannya adalah persoalan kritik itu sebenarnya. Dia menyampaikan sebagai seorang akademisi dan sebagai seorang aktivis," jelas dia.
 
(Baca juga:TNI: Isu Dwifungsi Keliru)
 
Rakhmat baru saja menemui Robet di Mabes Polri. Dia mengaku Robet dalam keadaan sehat. Hanya saja dosen UNJ itu sedikit mengalami kelelahan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik sejak ditangkap Kamis, 7 Maret 2019 pukul 00.30 WIB.
 
"Pak Robet di dalam ruangan bersama penyidik-penyidik. Jadi biasa sih kalau ini nanti dikasih jeda jam 12 break, tadi pagi juga setengah jam break. Tapi intinya sih kondisinya sehat-sehat saja, cuma sedikit lelah," ungkap dia.
 
Rakhmat datang bersama dengan 10 dosen UNJ serta beberapa dosen dari Universitas Indonesia (UI). Kedatangan itu guna memberikan dukungan moral serta solidaritas kepada Robet, apalagi mereka bekerja di tempat yang sama.
 
Robet ditangkap polisi karena orasinya saat aksi Kamisan, di depan Istana Negara, Jakarta, yang diduga menghina TNI, Kamis pekan lalu. Robet juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Dia disangka melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.
 
(Baca juga:Penangkapan Robertus Robet Dinilai Langgar Demokrasi)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif