Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

5.800 Surat Tilang Elektronik Dikirim ke Masyarakat

Nasional tilang elektronik
Siti Yona Hukmana • 16 Juli 2019 17:34
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah mengirimkan 5.800 surat tilang elektronik atau e-TLE ke masyarakat DKI Jakarta. Jumlah ini merupakan pelanggaran dari 1 November 2018 hingga Sabtu, 13 Juli 2019.
 
"Iya sudah 5.800 surat tilang kita kirimkan ke masing-masing alamat pelanggar yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan sudah sampai ke tangan masyarakat," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Nasir mengatakan, sebanyak 5.800 pelanggar ini merupakan kendaraan yang terekam kamera canggih di sekitar Jalan Sudirman-MH Thamrin. Setelah kendaraan itu terekam kamera, petugas di TMC Polda Metro Jaya akan mengevaluasi terlebih dahulu terkait pelanggarannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, prosesnya itu maksimal tiga hari. Setelah proses penyeleksian, surat tilang harus sudah sampai ke pemilik kendaraan yang melanggar," ujar Nasir.
 
Dalam pengiriman surat tilang ini, Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pos Indonesia. Isi surat tilang mencantumkan gambar pelanggaran baik secara umum, khusus, sudut pandang dan objek pelanggaran.
 
Baca juga:CCTV di Surabaya Sudah Dilengkapi Pengenal Wajah
 
"Ada juga tertera pasal yang dilanggar, tanggal dan tempat pelanggaran, link website untuk mengecek pelanggaran dan tanggal sidang serta tempat sidang," beber Nasir.
 
Kemudian, dari segi pembayaran denda Ditlantas Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Bank BRI. Polisi memberikan waktu maksimal 14 hari hingga pembayaran denda. Jika tidak dibayarkan sampai tenggat waktu, maka STNK akan diblokir.
 
"Sampai saat ini sudah ada di pengadilan dan dapat vonis dari hakim sekitar 4.200. Kemudian, sudah menerima bukti pembayaran terhadap pelanggar yang sudah melakukan kegiatan pelaksanaan putusan pengadilan sekitar 2.800," pungkas Nasir.
 
Namun, sebanyak 2.800 pelanggar telah dilakukan pemblokiran terhadap STNK-nya. Sebab, tidak kunjung melakukan pembayaran hingga 14 hari yang ditetapkan.
 
"Sebanyak 760 STNK telah dibuka kembali blokirnya, karena sudah membayar denda tilang," pungkas Nasir.
 
Baca juga:Tilang Elektronik Diharapkan Mampu Mendisiplinkan Masyarakat
 
Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan Senin, 1 Juli 2019.
 
Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.
 
Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif