Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Orno (tengah). Foto: Izaac Mulyawan/Antara Foto
Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Barnabas Orno (tengah). Foto: Izaac Mulyawan/Antara Foto

Wagub Maluku Digarap KPK

Nasional OTT di Kementerian PUPR
M Sholahadhin Azhar • 18 Desember 2019 12:07
Jakarta: Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Barnabas diperiksa terkait kasus dugaan suap pada proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Arta John Alfred)," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.
 
Belum diketahui keterkaitan Barnabas dalam kasus ini. Yang pasti, kata Febri, keterangan Barnabas diperlukan untuk melengkapi berkas perkara dari Hong Artha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri meminta Barnabas kooperatif terhadap panggilan ini. "Kami ingatkan agar saksi datang memenuhi panggilan penyidik sesuai hukum acara yang berlaku," kata Febri.
 
Dalam kasus ini, Hong Artha diduga memberikan uang kepada sejumlah pihak terkait proyek di lingkungan Kementerian PUPR. Hong Artha memberikan Rp10,6 miliar kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary pada 2015.
 
Anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti turut menerima Rp1 miliar. Dalam perkara ini Amran telah divonis enam tahun penjara. Sedangkan Damayanti 4,5 tahun bui.
 
Hong Artha disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif