Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Sidang Pemeriksaan Saksi Eks Legislator Sumut Ditunda

Nasional gatot pujo nugroho
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Mei 2019 19:19
Jakarta: Sidang pemeriksaan saksi enam eks anggota DPRD Sumatra Utara (Sumut) ditunda. Pasalnya, ketua majelis hakim, Lim, berhalangan hadir karena sakit.
 
"Persidangan ditunda sampai Senin, 27 Mei 2019," kata hakim anggota Saifudin Zuhri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Sejatinya sidang pemeriksaan saksi dilakukan hari ini. Kedua saksi tersebut bernama Zulkarnain dan Hamami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka berdua bakal bersaksi untuk enam eks legislator Sumut, yaitu Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, dan Syahrial Harahap. Mereka didakwa menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
 
Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) setuju dengan penundaan sidang. Salah satu saksi, Zulkarnain, juga mengaku berhalangan hadir sidang lantaran sudah dijadwalkan berangkat ke Jambi untuk menyambut Lebaran.
 
Saifudin mengambil keputusan untuk tetap melakukan sidang sesuai jadwal yang ditentukan. Dia mengatakan Zulkarnain bakal bersaksi dalam sidang selanjutnya dan meminta JPU KPK memanggil saksi lain.
 
Keenam eks legislator Sumut didakwa menerima 'uang ketok' dari Gatot. Suap tersebut diduga terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014. Suap juga berkaitan persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut Tahun 2015.
 
Baca: Hak Politik 4 Eks Legislator Sumut Dicabut
 
Jumlah suap yang diterima keenam orang tersebut berbeda-beda. Tonnies Sianturi menerima Rp865 juta, Tohonan Silalahi menerima Rp772 juta, dan Murni Elieser Verawaty Munthe menerima Rp527 juta.
 
Dermawan Sembiring menerima Rp577 juta. Sementara itu, Arlene Manurung dan Syahrial Harahap masing-masing menerima Rp477 juta.
 
Keenamnya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif