Terdakwa kasus suap DPRD Sumut Helmiati (kiri) berbincang dengan penasehat hukum saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara
Terdakwa kasus suap DPRD Sumut Helmiati (kiri) berbincang dengan penasehat hukum saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara

Hak Politik 4 Eks Legislator Sumut Dicabut

Nasional gatot pujo nugroho
Faisal Abdalla • 23 Mei 2019 16:41
Jakarta: Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada empat mantan legislator Sumatera Utara. Mereka adalah Helmiati, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, dan John Hugo Silalahi.
 
Empat legislator Sumut itu terbukti menerima uang 'ketok palu' dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho.Mereka juga dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik.
 
"Mencabut hak terdakwa Helmiati untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani hukuman pidana," kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Siraj, di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hukuman serupa juga diberikan kepada tiga terdakwa lainya, yaitu Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, dan John Hugo Silalahi. Majelis hakim juga mencabut hak politik mereka selama tiga tahun terhitung sejak selesai menjalani pidana pokok.
 
Majelis hakim menilai hukuman pencabutan hak politik diberikan untuk melindungi hak masyarakat serta untuk memberikan pembelajaran kepada semua pihak. Pejabat publik tidak boleh berlaku koruptif.
 
Selain hukuman pidana dan pencabutan hak politik, mereka juga dikenakan denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hukuman mereka diperberat lagi dengan kewajiban membayar uang pengganti hasil korupsi kepada negara.
 
Pada perkara ini, Helmiati terbukti menerima Rp495 juta. Sementara itu, Restu, Washington, dan John juga terbukti menerima uang 'ketok palu' dari Gatot, masing-masing Rp575 juta, Rp572 juta, dan Rp260 juta.
 
"Uang pengganti dikembalikan selambat-lambatnya satu bulan setelah vonis ini berkekuatan hukum tetap, apabila tidak diganti, harta terdakwa dirampas untuk negara guna menulanasi uang pengganti, dan apabila tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara," kata Siraj.
 
KPK sebelumnya menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima duit suap dari mantan Gatot Pujo dengan nominal Rp300-350 juta perorang.
 
Suap dari Gatot itu terkait beberapa hal. Hal itu meliputi persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut 2015.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif