Ilustrasi polisi. Medcom.id
Ilustrasi polisi. Medcom.id

3 Kasus Libatkan Polisi, Aniaya Anak Buah Hingga Smackdown Mahasiswa

Nasional polri pemerkosaan Penganiayaan polisi polisi smackdown mahasiswa Smackdown Mahasiswa Polisi Banting Mahasiswa Kekerasan Polisi Kapolsek Parigi Iptu IDGN Kapolres Nunukan AKBP SA
Cindy • 26 Oktober 2021 19:00
Jakarta: Kasus yang melibatkan personel kepolisian beberapa hari ke belakang mencuri perhatian publik. Kasus terbaru, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar dinonaktifkan usai menganiaya anak buahnya. 
 
Berikut ini tiga kasus yang melibatkan anggota polisi yang terjadi sepanjang Oktober 2021, dirangkum tim Medcom.id:

1. Kapolres Nunukan aniaya anak buah

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar dinonaktifkan lantaran menganiaya anggotanya di Polres Nunukan, Kalimantan Utara. Aksinya terekam kamera pengawas dan diunggah di media sosial. 
 
Kejadian tersebut terjadi di ruang serba guna dan terpampang spanduk bertuliskan Bakti Sosial (Baksos) 1999 Peduli. Peristiwa itu dibenarkan Kabid Propam Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Deary Stone.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindak lanjutnya perintah Kapolda (Irjen Bambang Kristiyono) agar Propam proses tuntas," kata Deary saat dikonfirmasi, Senin, 25 Oktober 2021.
 
Dalam video berdurasi 43 detik itu, AKBP SA sempat menendang dan memukul anak buahnya tiga kali. Bahkan, ketika anak buahnya tersungkur, SA tetap menendang. 
 
Kemudian, aksinya terhenti ketika seorang perempuan berbusana Bhayangkari menenangakan SA. Video penganiayaan ini viral di jagad maya.
 
Baca: Terdengar Sepele, Ini Asal Mula Kapolres Nunukan Aniaya Anak Buahnya

2. Kapolsek Parigi Dicopot karena perkosa anak tersangka

Kapolsek Parigi Iptu IDGN dicopot karena memperkosa, S, 20, anak tersangka kasus pencurian ternak. Selain dikenakan sanksi etik, Iptu IDGN akan dijerat pidana.
 
"Kapolsek Parigi sudah dicopot, kemudian tindak pidananya kita akan proses," kata Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi, Rabu, 20 Oktober 2021.
 
Isiden berawal ketika S kerap bertemu Iptu IDGN saat menjenguk ayahnya di tahanan. Ayah S ditahan di Polsek Parigi sejak berstatus tersangka hingga menjadi tahanan Kejaksaan.
 
Iptu IDGN yang sering berjumpa dengan S melakukan pendekatan. Dia membujuk rayu S untuk menemaninya tidur. S diiming-iming uang hingga membebaskan ayahnya dari tahanan.
 
Baca: Kapolda Sulteng Minta Maaf Atas Kasus Asusila Eks Kapolsek Perkosa Anak Tersangka

3. Brigadir NP banting mahasiswa di Tangerang 

Oknum polisi Brigadir NP, membanting seorang mahasiswa bernama Fariz saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang pada Rabu, 13 Oktober 2021. Aksi "Smakdown" itu terekam kamera dan diunggah ke media sosial. 
 
Video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan seorang aparat kepolisian tengah memiting seorang mahasiswa yang melakukan demonstrasi. Kemudian, mahasiswa itu dibanting dengan posisi punggung dan kepala terhempas ke lantai.
 
Setelah dibanting, mahasiswa itu mengalami kejang-kejang. Polisi yang membanting korban kemudian kabur ke kerumunan. Brigadir NP dijatuhi sanksi berupa penahanan selama 21 hari. 
 
Baca: Ditahan 21 Hari, Brigadir NP Dianggap Loyal dan Masih Muda
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif