Terdakwa Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hendra Kurniawan Bantah Kesaksian Eks Staf Pribadi Ferdy Sambo

Fachri Audhia Hafiez • 08 Desember 2022 18:49
Jakarta: Terdakwa Hendra Kurniawan membantah kesaksian mantan Staf Pribadi Ferdy Sambo, Muhammad Rafli. Kesaksian yang dibantah yakni saat Hendra menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022.
 
"Pada 13 Juli saya tidak pernah ke tempatnya Pak Ferdy Sambo (di Kantor Kadiv Propam Polri)," kata Hendra saat persidangan persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis, 8 Desember 2022.
 
Hendra mengatakan dia menyambangi Ferdy Sambo pada 11 Juli 2022. Saat itu ada tamu dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, pada 14 Juli, Hendra sempat dipanggil oleh Ferdy Sambo. Namun, sebatas untuk melakukan pendanpingan pemeriksaan Kuat Ma'ruf, Bharada Richard Eliezer, dan Bripka Ricky Rizal.
 
"Jam 10 saya dipanggil Pak Ferdy Sambo untuk pendampingan di pemeriksaan penyidik pidana umum," ucap Hendra.
 
Sebelumnya, Rafli menyebut bahwa Hendra Kurniawan dan Arif Rachman Arifin menemui Ferdy Sambo. Pertemuan itu terjadi di ruang Kadiv Propam Polri pada malam 13 Juli 2022.

Baca: Saksi Ungkap Perintah Kapolri soal Penanganan Kasus Ferdy Sambo, Apa Itu?


Menurut Rafli, Hendra dan Arif di ruangan Ferdy Sambo tidak lama. Momen pertemuan Hendra dan Arif dengan Ferdy Sambo itu terkait dengan memperlihatkan rekaman CCTV di kawasan rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri.
 
Hendra dan Arif menunjukkan rekaman CCTV ke Ferdy Sambo yang memperlihatkan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup. Ferdy Sambo sempat mengucapkan rekaman itu keliru tetapi dengan nada tinggi.
 
Rafli dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Hendra Kurniawan. Dia didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif