Komnas HAM Desak Jokowi Selesai Kasus HAM Berat

Sunnaholomi Halakrispen 05 Juni 2018 07:07 WIB
kasus ham
Komnas HAM Desak Jokowi Selesai Kasus HAM Berat
Konferensi pers terkait pelanggaran HAM di masa lalu di Komnas HAM. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Mohammad Choirul Anam mendesak Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Dia sudah bertemu dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang menyatakan akan menyelesaikan kasus tersebut.

"Ekspresinya (Wiranto) adalah ekspresi Presiden akan menyelesaikan kasus masa lalu. Kami standing point-nya kepada Presiden, salah satu janjinya adalah menyelesaikan pelanggaran HAM berat. Kami meminta kepada institusi paling tinggi yaitu Presiden," kata Choirul di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari No 4-B, Menteng, Senin, 4 Juni 2018.

Choirul mengaku mengatakan kepada Wiranto bila Komnas HAM siap menindaklanjuti kasus tersebut. Itu bisa dilakukan jika Jaksa Agung M Prasetyo memang tidak mampu menyidik kasus pelanggaran HAM. 


"Kami sudah sampaikan kepada Wiranto, kami ingin melakukan hal apa pun agar memastikan pelanggaran HAM berat itu bisa dibawa ke pengadilan," tutur dia.

Dia mengungkapkan hal ini karena sebelumnya Jaksa Agung mengatakan hasil penyelidikan dari Komnas HAM belum lengkap. Sementara itu, Komnas HAM telah lama mengirim dokumen tersebut. 

Baca: Alasan Pemerintah Kesulitan Ungkap Pelanggaran HAM Masa Lalu

Choirul mengutarakan seharusnya Jaksa Agung memberikan surat perintah agar Komnas HAM dapat menyempurnakan dokumen yang dianggap belum lengkap itu. Komnas HAM, kata dia, siap menerima masukan Jaksa Agung.

"Apa (perintahnya)? Gali kuburan? Akan kami gali kuburannya. Apa lagi? Suruh merampas dokumen? Kami akan rampas dokumen-dokumen tersebut, asalkan ada surat dari Kejagung," jelas Choirul.





(OGI)