Eni Pinjam Uang ke Idrus untuk Kampanye Suami
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9). Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih disebut pernah meminjam uang kepada mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Pinjaman uang itu untuk keperluan kampanye suaminya, Muhammad Al Khadziq, maju sebagai calon bupati Temanggung, Jawa Tengah, pada Pilkada 2017.

Idrus menyampaikan Eni menemuinya setelah Idulfitri 2018. Saat itu, Eni menyampaikan niatnya meminjam uang dari Idrus.

"Pasca-Lebaran, Eni masih pinjam uang ke saya. Itu yang membuat saya agak kesal. Saya enggak punya uang, dia pinjam uang ketika itu," kata Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.


Idrus dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Saat bersaksi, Idrus mengatakan memegang uang tunai SG$18.000, namun uang itu untuk berobat.

Kemudian, sekitar awal Juni, ia dan Eni juga sempat menemui Kotjo. Idrus menerangkan saat itu Eni langsung meminta pinjaman uang kepada Kotjo.

Baca: KPK Mengapresiasi Pengembalian Uang Eni

Namun, kata dia, Kotjo juga tak langsung menyanggupi permintaan Eni. Sebab, saat itu dirinya baru memberi tunjangan hari raya kepada para pegawainya.

"Dalam pertemuan itu Eni langsung bilang 'Pak Kotjo saya datang ini ada tujuan berbeda. Saya mau pinjam uang'. Setelah itu, Pak Kotjo bilang katanya cashflow-nya terganggu untuk bayar THR ke pegawainya," tandas Idrus.

Eni Maulani Saragih dalam persidangan sebelumnya mengakui meminta bantuan uang kepada Kotjo untuk keperluan kampanye suaminya. Saat itu, menurutnya, Kotjo memberinya uang Rp2 miliar.

Ia mengklaim Kotjo tak pernah keberatan memenuhi permintaannya. Eni pun tak pernah menyebut angka ketika meminta uang.

Uang tersebut merupakan bagian dari 400 ribu dolar Singapura yang diterima Eni. Kotjo juga sudah memberikan Rp2 miliar kepada Eni untuk keperluan Munaslub Golkar.

Kotjo didakwa menyuap Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.

Suap diberikan pada 18 Desember 2017; 14 Maret 2018; 8 Juni 2018; dan 13 Juli 2018. Fulus diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id