NEWSTICKER
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9). Foto: MI/Rommy Pujianto
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dikawal petugas memasuki Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9). Foto: MI/Rommy Pujianto

KPK Mengapresiasi Pengembalian Uang Eni

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 29 September 2018 06:04
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi niatan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih yang akan mengembalikan uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-I ke KPK. Eni berencana mengembalikan sisa uang suap yang diterimanya.
 
"Ada tambahan pengembalian uang, tapi untuk hari ini saya belum dapat informasinya kemungkinan nanti tentu akan di pastikan lagi pada agenda pemeriksaan berikutnya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 28 September 2018.
 
Febri mengatakan pada prinsipnya, KPK akan menghormati niat Eni untuk mengembalikan seluruh uang suap PLTU Riau-I. Hal tersebut merupakan bagian dari sikap koopetatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, ia mengingatkan jika Eni berniat untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC), ia tidak hanya harus mengembalikan uang dan bersikap kooperatif. Eni juga diminta mengungkap peran pihak-pihak lain.
 
"Jadi silakan kalau memang mengajukan diri sebagai JC dapat memenuhi syarat-syarat," tuturnya.
 
(Baca: Golkar Diminta Kembalikan Sisa Uang Proyek PLTU Riau-I)
 
Tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I Eni Maulani Saragih berencana mengembalikan uang Rp500 juta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Jumat, 28 September 2018. Ini kedua kalinya Eni mengembalikan uang ke KPK.
 
Pengembalian uang ini merupakan bentuk sikap kooperatif Eni dalam menjalani proses hukum. Sebelumnya, pada Agustus 2018, Eni juga sudah mengembalikan uang Rp500 juta, sehingga total uang yang dikembalikan Eni ke KPK Rp1 miliar.
 
Dalam kasus ini, Eni diduga kuat telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan Blakcgold sebagai penggarap proyek milik PLN tersebut.
 
Penyerahan uang ke Eni dilakukan secara bertahap dengan rincian, pemberian pertama pada November-Desember 2017 sekitar Rp4 miliar. Kedua, pada Maret-Juni 2018‎ sekitar Rp2,25 miliar.
 
Dalam kasus ini KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, Eks Menteri Sosial Idrus Marham, dan bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif