Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. ANT/Indriyanto Eko.

Densus 88 Masih Buru Anggota JAD

Nasional terorisme
Theofilus Ifan Sucipto • 10 Mei 2019 14:52
Jakarta: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 masih mengejar jaringan anggota teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Anggota pimpinan EY itu dinilai berbahaya.
 
"Hari ini ada upaya paksa penangkapan terhadap dugaan pelaku terorisme dan melakukan pengejaran JAD Bekasi," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Baca: Polisi Temukan Pin ISIS di Kediaman Terduga Teroris di Bekasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi mengatakan pengejaran dilakukan untuk mencegah rencana aksi terorisme saat pengumuman hasil Pemilu 2019, 22 Mei 2019. Berdasarkan pengakuan EY, aparat keamanan menjadi sasaran aksi bom.
 
"Mereka juga menyasar kerumunan massa ketika demo di KPU," ujar Dedi.
 
Tim Densus 88 berusaha maksimal menangkap seluruh anggota JAD sebelum 22 Mei. Dedi berharap tak ada lagi aksi terorisme yang terjadi.
 
Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat. Keduanya bagian kelompok teroris JAD Bekasi.
 
"Tadi malam pelaku ditangkap. Dua pelaku ini jaringannya berbeda tapi memiliki koneksi sangat kuat dengan JAD Indonesia," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Kedua orang itu ialah EY, 27, dan YM, 18. EY ditangkap pukul 13.48 WIB, Rabu, 8 Mei 2019, di SPBU Pertamina Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Sedangkan YM ditangkap di hari yang sama pukul 20.33 WIB di rumahnya di Kelurahan Bojong Rawa, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
 
Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua bom pipa yang sudah jadi dan disebut Mother of Satan. Dedi mengatakan sebutan itu dibuat karena daya ledakan bom yang tinggi.
 
"Daya ledaknya hampir sama dengan bom di Sibolga dan memiliki fatalitas yang cukup tinggi jika diledakkan," imbuh dia.
 
Baca: Terduga Teroris YM Juara Karate Nasional
 
Selain itu, Densus 88 mengamankan bahan perakit bom lain seperti pisau, pupuk, termometer, dan lain-lain. Dalam penangkapan YM, Densus 88 mengamankan barang bukti berupa laptop, hard disk, dan remote control sebagai pemicu bom.
 
Dedi menjelaskan JAD Bekasi dan JAD Lampung berkolaborasi dan memiliki tujuan yang sama. Mereka konsisten melakukan amaliah dengan sasaran aparat kepolisian.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif