Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Kompolnas Pastikan Bareskrim Serius Usut TPPU Indosurya

Nasional polri pencucian uang Penegakan Hukum Investasi Bodong Penipuan investasi
Antara • 18 April 2022 03:31
Jakarta: Kompolnas memastikan Bareskrim Polri serius mengusut kasus penipuan, penggelapan, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) petinggi KSP Indosurya Cipta. Penyidik dipastikan tak tebang pilih mengusut kasus tersebut.
 
"Kami melihat penyidik sudah melaksanakan tugasnya dan tidak tebang pilih. Kita semua berharap penyidikan dapat segera P-21," kata anggota Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Minggu, 17 April 2022.
 
Poengky menjelaskan Kompolnas telah mengklarifikasi pengusutan kasus yang menjerat tiga petinggi Indosurya ini ke Bareskrim. Menurut dia, perkara tersebut sempat dilimpahkan ke kejaksaan namun dikembalikan dengan disertai sejumlah petunjuk jaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini, penyidik sedang melengkapi berkas sesuai petunjuk-petunjuk jaksa agar berkas sempurna. Petunjuk-petunjuk yang diberikan cukup banyak, termasuk audit investigasi yang memakan waktu cukup lama," ujarnya.
 
Poengky meminta semua pihak, termasuk pengacara korban penipuan Indosurya bersabar dan mendukung penanganan kasus ini. "Mohon bersabar dan diharapkan mendukung jika ada informasi-informasi yang dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas," katanya.
 
Bareskrim Polri menetapkan tiga petinggi KSP Indosurya. Mereka, yakni Ketua KSP Indosurya Cipta Henry Surya, Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta June Indria, dan Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta Suwito Ayub.
 
Ketiganya disangkakan dengan dugaan tindak pidana perbankan, atau tindak pidana penggelapan, atau tindak pidana penipuan/perbuatan curang, dan tindak pidana pencucian uang.
 
Baca: 4 Rukan dan 1 Ruko Milik Tersangka KSP Indosurya Disita
 
Ketiganya dijerat dengan Pasal 46 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan atau Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 atau Pasal 4. Serta, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 
KSP Indosurya diduga menghimpun dana secara ilegal dengan menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai Februari 2020. Perhimpunan dana ini memiliki bentuk simpanan berjangka dengan memberikan bunga 8-11 persen.
 
Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Indonesia tanpa izin usaha dari OJK. Kasus ini mengemuka pascakoperasi mengalami gagal bayar. Henry Surya yang menjabat sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta lantas memerintahkan June Indria dan Suwito Ayub untuk menghimpun dana masyarakat menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Inti/Cipta.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif