Sidang pembacaan dakwaan terdakwa tiga mantan pegawai Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 Jakarta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan dakwaan terdakwa tiga mantan pegawai Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 Jakarta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Tiga Eks Pegawai Pajak Didakwa Terima Suap Rp1,35 Miliar

Nasional pajak Restitusi Pajak
Fachri Audhia Hafiez • 26 Februari 2020 18:40
Jakarta: Tiga mantan pegawai Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 Jakarta didakwa menerima suap USD96.375 atau sekitar Rp1,35 miliar. Suap terkait pengajuan pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) pada 2015 dan 2016.
 
Ketiganya, Sutrisno selaku supervisor, Jumari selaku ketua tim pemeriksa pajak dan Muhammad Naim Fahmi selaku anggota. Ketiganya didakwa bersamaan.
 
"Sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima hadiah atau janji yaitu uang USD96.375," kata jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uang suap mengalir dari Komisaris PT WAE Darwin Maspolim dan Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD Katherine Tan Foong Ching. Keduanya merupakan wajib pajak pada KPP PMA 3 Jakarta.
 
(Baca:KPK Jerat Distributor Mobil Mewah)
 
"Hadiah tersebut diketahui atau patut diduga agar para terdakwa menghitung penetapan jumlah lebih bayar pajak restitusi sesuai dengan yang diajukan oleh PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016," ujar Wawan.
 
Suap diberikan bersama-sama Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 Jakarta Yul Dirga yang juga berstatus terdakwa. Yul didakwa menerima suap USD34.625 dan Rp25 juta, serta gratifikasi USD98.400 dan SGD49.000.
 
"Padahal diketahui juga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya," ujar Wawan.
 
Ketiganya didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif