Juru bicara Tim Gabungan kasus Novel Baswedan, Hermawan Sulistyo. Foto: Metro TV
Juru bicara Tim Gabungan kasus Novel Baswedan, Hermawan Sulistyo. Foto: Metro TV

Tim Gabungan Gerak Cepat Tuntaskan Kasus Novel

Nasional novel baswedan
21 Januari 2019 15:21
Jakarta: Tim gabungan penyelidikan dan penyidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan gerak cepat. Sejumlah tokoh masyarakat yang memiliki integritas tinggi juga dilibatkan dalam tim.
 
juru bicara Tim Gabungan kasus Novel Baswedan, Hermawan Sulistyo mengatakan, pelibatan tokoh masyarakat itu sesuai rekomendasi Komnas HAM dan sudah disetujui Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
 
Selain dirinya, kata Hermawan, tim juga melibatkan mantan wakil pimpinan KPK dan guru besar hukum pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji, Ketua Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rifai, Ketua LSM Badan Pengurus Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas/ mantan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, mantan Komsioner Komnas HAM Nur Kholis, Komisioner Komnas HAM Ifdhal Kasim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hermawan mengatakan Tim Gabungan berkomitmen keras menuntaskan kasus Novel. "Tim gabungan ini sudah melakukan rapat koordinasi pertama pada 14 Januari 2019. Dihadiri tim penyidik KPK, perwakilah tokoh, para pakar, dan tim penyidik polisi,"kata Hermawan, Senin, 21 Januari 2019.
 
Baca: Pembentukan Tim Gabungan Tak Sesuai Harapan Novel
 
Peneliti LIPI ini menjelaskan, pertemuan itu membahas dan pemaparan penyidik Polri terkait perkembangan kasus novel.
 
"Tim Gabungan ini juga ada sekretariat di Direktorat Krimun Polda Metro Jaya untuk koordinasi setiap minggu. Tim gabungan ini kan dibentuk untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang Novel dan ini atas rekomendasi Komnas HAM," ujarnya.
 
Hermawan menambahkan, Tim Gabungan ini sudah melakukan penyelidikan. Kinerja tim dipantau langsung oleh eksternal, yakni Komnas HAM, Ombusdman, dan masyarakat. "Tim harus kerja cepat mengupas agar kasus Novel ini terang benderang dalam enam bulan," katanya.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif