Komisaris Utama Bank Mandiri Diperiksa KPK

Fachri Audhia Hafiez 15 November 2018 16:54 WIB
kasus century
Komisaris Utama Bank Mandiri Diperiksa KPK
Komisaris Utama Bank Mandiri Hartadi Agus Sarwono/Medcom.id/Fachri Audia Hafiez
Jakarta: Komisaris Utama Bank Mandiri Hartadi Agus Sarwono dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dipanggil terkait perkembangan kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century.

"Saya dipanggil untuk diminta keterangan khususnya klarifikasi terhadap hasil pemeriksaan yang lalu-lalu saja," ‎kata Hartadi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 15 November 2018.

Mantan Deputi Bidang III Kebijakan Moneter Bank Indonesia itu mengklaim tidak ada yang baru dalam perkara dugaan korupsi Bank Century. Materi yang ditanyakan pun diulang.


Baca: Miranda Goeltom Ditanya Soal Pengembangan Korupsi Century

Dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama, Budi Mulya selaku deputi gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa, didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar. Uang berasal dari pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq dan Rafat Ali Rizvi Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya pun dinilai memperkaya PT Bank Century Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular Rp2,753 miliar.

Selain itu, Budi diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. Di antaranya Boediono selaku gubernur BI, Miranda Goeltom selaku deputi senior BI, Siti Fadjriah selaku deputi gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku deputi gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Baca: Boediono Irit Bicara

Pada tingkat pertama, Budi dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. KPK lalu mengajukan banding.

Majelis hakim Mahkamah Agung mengabulkan banding KPK. Hukuman Budi diperberat menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider delapan bulan penjara.

Namun, pada perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. Belum ada pihak lain yang diseret KPK, padahal nama-nama besar yang diduga terlibat kerap disebut dalam persidangan.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id