Jokowi Mania melaporkan politikus Partai Demokrat Andi Arief, dan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Mabes Polri. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Jokowi Mania melaporkan politikus Partai Demokrat Andi Arief, dan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Mabes Polri. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

Andi Arief dan Zulkarnain Dilaporkan Ke Bareskrim

Nasional surat suara pemilu pemilu serentak 2019 hoax
Candra Yuri Nuralam • 04 Januari 2019 19:26
Jakarta: Jokowi Mania melaporkan politikus Partai Demokrat Andi Arief, dan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Mabes Polri. Keduanya diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks surat suara yang tercoblos.
 
"Kami bawa beberapa barang bukti ada Andri Arief dan Tengku Zulkarnain," kata Ketua Umum Jokowi Mania, Imanuel Ebenezier di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Menurut dia, hoaks sangat berbahaya. Hal itu dinilai dapat menimbulkan kekacauan menjelang Pemilu 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hoaks mengerikan. Mereka mengintimidasi pemilu yang terjadi nanti. Mereka menciptakan ketakutan dan narasi yang membuat masyarakat takut," ujar Imanuel.
 
Baca:Hoaks Surat Suara Tercoblos Perlu Cepat Diungkap
 
Dia tak memedulikan pembelaan yang disampaikan Andi Arief. Dia bersikukuh Andi Arief dan Zulkarnain sebagai penyebar hoaks.
 
"Enggak penting mereka bilang apa, mereka berdua turut menyebarkan," beber Imanuel.
 
Atas pelaporan ini, Andi Arief dan Zulkarnain diduga melanggar Undang-undang ITE dan Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer masing-masing berisi 10 juta surat suara tercoblos untuk Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kondisi semakin panas setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_.
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar."
 
Andi mencuitkan kabar bohong itu sekitar pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2019. Belakangan, Andi diketahui menghapus cuitan itu.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif