Petugas mengumpulkan temuan di lapangan dalam kantong jenazah/Medcom.id/Yurike.
Petugas mengumpulkan temuan di lapangan dalam kantong jenazah/Medcom.id/Yurike.

104 Sampel Antemortem-Postmortem Korban Sriwijaya SJ-182 Terkumpul

Nasional sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Loses Contact
Cindy • 12 Januari 2021 16:18
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima total 104 sampel DNA, antemortem, dan postmortem korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Sampel itu digunakan untuk mengidentifikasi korban.
 
"Terdiri dari 84 sampel DNA yang berasal dari antemortem yang kita ambil dari keluarga korban dan 20 sampel DNA yang kita ambil dari jenazah di kamar mayat (postmortem)," kata Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi di Breaking News Metro TV, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Pihaknya baru memeriksa 33 dari 72 kantong jenazah yang dikirimkan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas). Sementara itu, tim juga menerima 11 kantong berisi perlengkapan pribadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fauzi mengatakan pihaknya lebih mengutamakan ketepatan dan keabsahan data korban dibanding kecepatan. Dia tak ingin ada kesalahan identifikasi.
 
"Jangan sampai kita terburu-buru tapi salah dalam mengidentifikasi. Namun tetap saja kita berusaha secepat mungkin," ucapnya.
 
Fauzi menyebut identifikasi korban dapat berjalan cepat bila kualitas dan kuantitas data antemortem maupun postmortem tercukupi. Tim DVI Polri akan kesulitan mengidentifikasi jika data tak lengkap.
 
Fauzi mengingatkan keluarga korban untuk melengkapi data antemortem. Data yang dibutuhkan mencangkum sidik jari pada kartu ijazah, Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Keluarga (KK), hingga sampel DNA dari keluarga kandung.
 
Baca: 4 Kantong Jenazah Dievakusi Tim SAR Gabungan
 
"Yang hadir itu harus keluarga inti, orang tua kandung, saudara kandung, anak kandung. Kalau orang tua tiri atau saudara jauh tentu tidak valid," ujarnya.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB di hari yang sama.
 
Posisi terakhir pesawat berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh saat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif