Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Polisi Masih Telaah Pelaporan Anji dan Hadi Pranoto

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Candra Yuri Nuralam • 05 Agustus 2020 16:48
Jakarta: Polisi belum menaikkan status pelaporan dugaan penyebaran berita bohong Hadi Pranoto, dan influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Polisi masih mempelajari laporan untuk menemukan bukti permulaan adanya tindak pidana.
 
"Kita pelajari dulu. Tidak akan semudah itu. Masih penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Polisi ogah terburu-buru menetapkan Anji dan Hadi sebagai tersangka. Polisi tak bisa diintervensi untuk menetapkan status tersangka terhadap seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Makanya ini masih penyelidikan, nanti kalau sudah lengkap semuanya kita akan gelar perkara apakah memang memenuhi unsur atau tidak," ujar Yusri.
 
Hingga saat ini status kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi baru akan menaikkan status kasus ke tahap penyidikan jika sudah menemukan cukup bukti.
 
"Asas praduga tak bersalah yang kita ke depankan," kata Yusri.
 
Baca: Polisi Segera Periksa Anji dan Hadi Pranoto
 
Hadi Pranoto dan Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik di tengah publik. Pendapat profesor yang dihadirkan dalam konten itu ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Menurut pelapor, ada sejumlah pernyataan Hadi yang menuai polemik. Pertama, soal rapid test dan swab test virus korona (covid-19). Hadi mengaku memiliki metode dan uji yang jauh lebih efektif dan harga yang murah Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, yakni menggunakan teknologi digital.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif