Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Polisi Segera Periksa Anji dan Hadi Pranoto

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Candra Yuri Nuralam • 05 Agustus 2020 12:52
Jakarta: Polisi akan memeriksa penemu herbal antibodi covid-19, Hadi Pranoto, dan influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji sebagai terlapor. Namun, polisi belum menjadwalkan waktu pemanggilan terhadap keduanya.
 
"Secepatnya, karena memang baru kemarin Senin, 3 Agustus 2020, laporan polisi kita terima," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Polisi juga akan memanggil pelapor dalam kasus dugaan berita bohong ini. Ahli bahasa dan perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun akan dipanggil untuk memberikan kejelasan dalam penanganan kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah semua kita klarifikasi baru kita akan mengundang Hadi Pranoto dan juga pemilik akun YouTube Dunia Manji," ujar Yusri.
 
Anji dan Hadi tak akan langsung dipanggil sebagai tersangka. Polisi akan meminta keterangannya terlebih dahulu sebelum memutuskan status Anji dan Hadi.
 
Baca: Anji Wawancara Hadi Pranoto di Lampung
 
Kasus ini ditangani Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Status kasus ini masuk tahap penyelidikan.
 
Hadi dan Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
"Dua-duanya (kita laporkan). Pertama Anji, karena sebagai pemilik akun yang menyebarkan dan Hadi Pranoto yang menyatakan berita bohong itu," kata Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Konten YouTube yang ditayangkan Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik di tengah publik. Pendapat profesor yang dihadirkan dalam konten itu ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Menurut Muannas, ada sejumlah pernyataan Hadi yang menuai polemik. Pertama, soal rapid test dan swab test virus korona (covid-19). Hadi mengaku memiliki metode dan uji yang jauh lebih efektif dan harga yang murah Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, yakni menggunakan teknologi digital.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif