Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

KSP Pastikan Polisi Militer Penganiaya Difabel di Papua Diproses Hukum

Nasional tni Penganiayaan tni au Moeldoko perkelahian di jalan
Andhika Prasetyo • 28 Juli 2021 08:58
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyayangkan penganiayaan yang dilakukan dua anggota Polisi Militer (PM) TNI Angkatan Udara terhadap difabel di Marauke, Papua. Tindakan kedua anggota PM AU itu dinilai sangat eksesif dan di luar standar serta prosedur yang berlaku.
 
"KSP akan memastikan bahwa pelaku diproses secara hukum yang transparan dan akuntabel, serta memastikan korban mendapat perlindungan serta pemulihan," ujar Moeldoko melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 Juli 2021.
 
Mantan Panglima TNI itu berharap semua lapisan masyarakat, terutama aparat penegak hukum, memiliki perspektif hak asasi manusia (HAM). Semua tindakannya harus humanis dan mengedepankan dialogis, khususnya kepada penyandang disabilitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta PP Nomor 39 Tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Dalam Proses Peradilan," tegasnya.
 
Moeldoko mengajak semua pihak berupaya memastikan kejadian tersebut tidak terulang di Papua maupun wilayah lainnya. Dia juga mengapresiasi respons cepat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan jajaran TNI AU dalam menyikapi tindak kekerasan tersebut.
 
Baca: TNI AU Minta Maaf dan Tindak Tegas PM yang Lakukan Kekerasan di Merauke
 
Tindak kekerasan yang dilakukan dua Polisi Militer Bandara J Dimara Merauke terhadap seorang warga Merauke, Papua, terekam gawai. Video itu kemudian viral di media sosial.
 
TNI AU telah meminta maaf kepada korban kekerasan tersebut. Permintaan maaf tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah pada Selasa, 27 Juli 2021.
 
Indan memastikan bakal menindak tegas kedua anggota PM yang melakukan kekerasan itu. Kasus ini sedang diselidiki Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke dan kedua pelaku kekerasan sudah ditahan.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif