Kamera CCTV terdapat di simpang empat patung kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Kamera CCTV terdapat di simpang empat patung kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Cara Kerja Tilang Elektronik Fitur Terbaru

Nasional tilang elektronik
Siti Yona Hukmana • 01 Juli 2019 16:26
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memasang 10 kamera elektronik (e-TLE) dengan empat fitur terbaru. Kamera itu merekam dengan dua fungsi secara bersamaan, yaitu mendeteksi pelanggaran dan mengidentifikasi kendaraan.
 
"Lalu, secara otomatis video itu akan menganalisis kendaraan-kendaraan yang melanggar. Kemudian, hasil data-data kendaraan tersebut disajikan kepada petugas dilengkapi dengan identitas kendaraan," ungkap Kepala Seksi STNK Kompol Arif Fazrulrahman di Polda Metro Jaya, Senin, 1 Juli 2019.
 
Jenis-jenis pelanggaran yang mampu dideteksi yakni melanggar ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, melanggar kecepatan kendaraan maksimal 40 kilometer per jam, dan menggunakan handphone saat berkendara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arif mengatakan kamera itu tidak hanya merekam kendaraan yang melanggar, namun juga seluruh aktivitas di ruas jalan. Hal ini untuk mengumpulkan seluruh data agar memudahkan polisi dalam menganalisis data.
 
"Nanti kita bisa melihat dampak kepadatan lalu lintas, jumlah kendaraan yang melintas, bahkan kita bisa mencari kendaraan A apa pernah melintas di titik itu, di jam itu berapa kali," ungkap Arif.
 
Data-data kendaraan yang melanggar itu, lanjut Arif, akan diverifikasi oleh petugas. Jadi, ketajaman mata kamera dibandingkan lagi dengan mata petugas.
 
(Baca juga:Tilang Elektronik Tanpa Sidang Mempersempit Birokrasi)
 
Apabila sudah terverifikasi, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi. Surat itu akan dikirimkan ke alamat yang tertera di surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Untuk lebih detail, masyarakat yang dikirimkan surat itu dapat melakukan scan barcode ke alamat website TMC Polda Metro Jaya.
 
Setelah itu, pelanggar diminta memasukkan alamat email dan nomor telepon. Lalu, pelanggar mendapatkan konfirmasi alamat dan kode virtual account untuk pembayaran denda melalui Bank BRI.
 
"Apabila tidak membayar denda selama 14 hari, maka sebagaimana ketentuan dalam undang-undang kita melakukan pemblokiran pajak STNK. Sehingga pada saat memperpanjang STNK, harus buka blokir dengan membayar denda terlebih dahulu," tutur Arif.
 
Berikut 10 titik penempatan kamera e-TLE dengan fitur terbaru:
1. Jembatan penyeberangan orang (JPO) MRT Bundaran Senayan (satu CCTV)
2. JPO MRT Polda Semanggi (satu CCTV)
3. JPO depan Kementerian Pariwisata (satu CCTV)
4. Jembatan penyeberangan MRT dekat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (satu CCTV)
5. Flyover Jalan Layang Non Tol Sudirman ke Thamrin (satu CCTV)
6. Flyover Jalan Layang Non Tol Thamrin ke Sudirman (satu CCTV)
7. Simpang bundaran Patung Kuda (tiga CCTV)
8. Simpang TL Sarinah Bawaslu (empat CCTV)
9. Simpang TL Sarinah Starbucks (dua CCTV)
10. JPO Plaza Gajah Mada (satu CCTV)
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif