Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. ANTWibowo Armando.
Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. ANTWibowo Armando.

Kivlan Zen Sebut Vonis Habil Marati Dipaksakan

Nasional kasus makar
Fachri Audhia Hafiez • 29 Januari 2020 16:01
Jakarta: Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, menyebut vonis mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati dipaksakan. Habil disebut tak pernah menyokong dana pembelian senjata.
 
"Habil dituntut 2,5 tahun. Kemudian kena putusan hakim satu tahun itu namanya dipaksakan," kata Kivlan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Kivlan menegaskan Habil tidak pernah mendanai pembelian senjata api senilai SGD15 ribu. Uang itu diklaim untuk keperluan aksi unjuk rasa terkait Supersemar pada 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi Habil memberikan (uang) itu karena permintaan saya mengerahkan 10 ribu orang makan siang mana cukup yang saya kasih SGD15 ribu? Jadi saya minta bantuan Habil, kasihan Habil," ujar Kivlan.
 
Habil divonis satu tahun penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dinilai terbukti menyokong senjata api untuk Kivlan.
 
Habil dianggap terlibat pembelian empat pucuk senjata api dan 117 peluru ilegal. Habil diyakini terbukti memberikan SGD15 ribu atau sekitar Rp151,5 juta kepada Kivlan melalui Helmi Kurniawan alias Iwan.
 
Habil terbukti melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif