Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ustaz Lancip Mangkir Lagi Panggilan Polisi

Nasional ujaran kebencian hoax
Siti Yona Hukmana • 17 Juni 2019 16:17
Jakarta: Ahmad Rifky Umar alias Ustaz Lancip kembali mangkir panggilan kepolisian. Dia sedianya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian.
 
"Sampai sekarang yang bersangkutan Pak Lancip belum hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin, 17 Juni 2019.
 
Sedianya, Ustaz Lancip dipanggil menghadap penyidik pada pukul 10.00 WIB. Dia bakal diperiksa terkait pernyataannya dalam sebuah video yang menyebut ada 60 orang meninggal dalam aksi rusuh 21-22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini merupakan panggilan kedua. Pada panggilan pertama, Senin 10 Juni dia juga tak hadir.
 
"Tidak hadir karena ada agenda yang bersamaan," ujar Argo, Senin, 10 Juni 2019.
 
Pada video yang viral di media sosial, Ustaz Lancip menyampaikan, ada korban meninggal 60 orang dan ratusan orang belum diketahui keberadaannya pada aksi rusuh 21-22 Mei 2019. Padahal, polisi mencatat korban meninggal dalam kerusuhan sebanyak 8 orang.
 
Melalui ceramahnya, Lancip mengaku langkahnya digiring oleh Allah SWT untuk datang ke Tanah Abang. Ia mengklaim melihat langsung peristiwa penembakan.
 
(Baca juga:Ceramah Ustaz Lancip Berujung Hukum)
 
Menurut dia, orang yang sedang tertidur ikut ditembak. Usai peristiwa itu, ia duduk di tengah jalan sembari minum dan diusir.
 
"Haus bos, minum dulu. Capek gw jalan dari sanoa. Ya Allah Ya Rabbi, untung gw kaga ditembak sama dia (polisi), dibentak-bentak sampai lima motor," klaim Lancip menirukan peristiwa saat itu.
 
Ia lantas meminta jemaahnya agar waspada karena bisa jadi pengajian turut diintimidasi. Pemeriksaan terhadap Lancip merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) pada 7 Juni 2019.
 
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus. Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019.
 
Ustaz Lancip dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif