Sejumlah warga melintasi ban yang dibakar di tengah Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Sejumlah warga melintasi ban yang dibakar di tengah Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Ceramah Ustaz Lancip Berujung Hukum

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 11 Juni 2019 10:06
Jakarta: Ceramah KH Ahmad Rifky Umar Said Barayis, kerap disapa Ustaz Lancip, di hadapan jemaah Al Ihya Bogor, berujung hukum. Polisi memanggilnya lantaran ia menyebut ada 60 orang meninggal dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019.
 
Kemarin, Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan untuk meminta klarifikasi kepada Lancip. Ia diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong dalam ceramah tersebut.
 
"Agendanya diperiksa kemarin, tapi minta dijadwal ulang. Agenda pemeriksaan ulang Senin, 17 Juni 2019," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pemanggilan ini, polisi ingin meminta penjelasan terkait video ceramahnya yang membahas peristiwa kerusuhan saat demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21-22 Mei 2019.
 
Kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, pendukung calon presiden Prabowo Subianto itu mengatakan berhalangan hadir karena ada kegiatan yang bersamaan.
 
Pada video yang viral di media sosial itu, Ustaz Lancip menyampaikan bahwa ada korban meninggal 60 orang dan ratusan orang belum diketahui keberadaannya. Padahal, polisi mencatat korban meninggal dalam kerusuhan itu sebanyak 8 orang.
 
Melalui ceramahnya, Lancip juga mengaku langkahnya digiring oleh Allah SWT untuk datang ke Tanah Abang. Ia mengklaim melihat langsung peristiwa penembakan. Menurut kesaksiannya, orang yang sedang tertidur ikut ditembaki. Usai peristiwa rusuh terjadi, ia pun duduk di tengah jalan sembari minum dan diusir untuk segera pergi.
 
"Haus bos, minum dulu. Capek gw jalan dari sono. Ya Allah Ya Rabbi, untung gw kaga ditembak sama dia (polisi), dibentak-bentak sampai lima motor," ujar Lancip menirukan jawabannya saat peristiwa terjadi. Ia lantas meminta jemaahnya agar waspada karena bisa jadi pengajian diintimidasi.
 
Berawal dari laporan
 
Pemeriksaan terhadap Lancip merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus. Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019.
 
Untuk menghadiri pemeriksaan, Lancip dimohon untuk membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
 
Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif