Tonin Tachta, pengacara mantan Kas Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Tonin Tachta, pengacara mantan Kas Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Pengacara Kivlan Ancam Laporkan Hakim

Nasional kasus makar
M Sholahadhin Azhar • 08 Juli 2019 15:26
Jakarta: Tonin Tachta, pengacara mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen, tak terima sidang praperadilan kliennya diundur menjadi Senin, 22 Juli 2019. Tonin mengancam akan melaporkan hakim praperadilan, Achmad Guntur, ke Komisi Yudisial (KY).
 
"Sudah main-main ini, saya juga main-mainlah, memang pengacaranya main-main. Pengacara ini dipermalukan di depan kalian kan. Seluruh indonesia melihat kan, saya sampai mohon-mohon lo," kata Tonin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Senin, 8 Juli 2019.
 
Menurut dia, kliennya sebagai tersangka kepemilikan senjata ilegal tak mendapat keadilan di PN Jaksel. Penundaan hingga dua munggi dinilai bentuk penzaliman luar biasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sidang, ia memaksa hakim supaya tak menunda sidang selama itu. Pasalnya, pada Sabtu, 27 Juli 2019, masa penahanan Kivlan Zen habis.
 
"Mau ngapain lagi, padahal (sidang) praperadilan itu kan murah, cepat, efisien. Enggak ada itu, sudah main-main ini," keluh Tonin.
 
Baca: Kuasa Hukum Kivlan Zen Kesal Praperadilan Ditunda
 
Dia menyebut hakim tak mengindahkan permohonannya. Di sidang, Tonin sempat memohon agar hakim mau menangani perkara kliennya, meski dirinya harus menangis.
 
Tonin juga sempat menyinggung insentif yang diterima hakim jika banyak menangani perkara. Atas hal ini, dia juga berencana melaporkan hakim Guntur ke pimpinan PN Jaksel.
 
"Kami akan laporkan hakimnya, saya akan menghadap ketua pengadilan habis ini," jelas Tonin.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif