Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Januari 2022. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Januari 2022. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Polisi Segera Periksa Ferdinand Hutahaean

Kautsar Widya Prabowo • 07 Januari 2022 04:11
Jakarta: Bareskrim Polri telah meningkatkan status kasus ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan penyebaran berita bohong mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) ke penyidikan. Ferdinand segera diperiksa. 
 
"Penyidik (akan) layangkan surat panggilan kepada FH sebagai saksi," ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Januari 2022. 
 
Namun, Ahmad belum dapat membeberkan kepastian waktu pemanggilan terhadap mantan Ferdinand Hutahaean. Pasalnya, proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dan ahli masih dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu udpate selanjutnya disampaikan besok (Jumat, 7 Januari 2022)," tutur dia.
 
Baca: Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Ujaran SARA Ferdinand Hutahaean
 
Selain itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Surat tersebut telah dilayakan ke Kejaksaan Agung.
 
Laporan terhadap Ferdinand Hutahaean dilayangkan Ketua Umum (Ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama. Laporan  terdaftar dengan nomor LP/B/0007/I/2022/SPKTBarekskrim Polri tertanggal 5 Januari 2022.
 
Pada laporan ini, Ferdinand Hutahaean diadukan dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP, Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2. 
 
Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan masyarakat usai menulis kalimat kontroversi di akun Twitter @FerdinadHaean3. Kicauannya viral di media sosial.
 
"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya. dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” tulis Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitter-nya, Selasa, 4 Januari 2022. 
 
Kemudian, tagar #TangkapFerdinand sempat trending di media sosial Twitter. Banyak warganet yang mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean atas dugaan penistaan agama.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif