Tragedi di Stadion Kanjuruhan. Foto: AFP.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan. Foto: AFP.

Hasil Autopsi 2 Suporter Arema Tewas karena Terinjak-injak Disangkal

Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2022 11:57
Jakarta: Hasil autopsi terhadap dua jenazah Aremanita (suporter perempuan Arema) korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur disangkal. Dua suporter Arema itu disebut tewas karena terinjak-injak.
 
"Kesimpulan dari Dokter Nabil itu sangat menyangkal, kontradiktif dengan fakta yuridis yang terjadi pada kedua mayat anak Pak Devi Athok," kata Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK) Imam Hidayat saat dikonfirmasi, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Menurut dia, saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya itu turun hujan. Pakaian kedua korban diyakini akan terlihat kotor bekas injakan kaki sepatu yang berlumpur bila mati karena terinjak-injak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, dia menyangkal mati karena terinjak-injak karena dari mulut dan hidung korban keluar busa. Muka korban juga hitam dan di kemaluannya terdapat cairan.
 
"Kemudian, menimbulkan pertanyaan apakah ciri-ciri yang saya sampaikan tadi itu akibat benda tumpul. Itu saja sudah kontradiktif dengan hasil laboratorium yang disampaikan oleh Dokter Nabil," ungkap Imam.
 
Imam menegaskan akan terus berjuang menegakkan keadilan bagi 135 korban Tragedi Kanjuruhan. Dia meyakini ratusan orang itu tewas bukan hanya karena terinjak-injak. Sebab, kata dia, tidak sesuai dengan fakta empiris.
 

Baca juga: Tak Terima Hasil Autopsi, Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Bakal Bongkar Makam Anaknya Lagi


 
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan mengungkapkan hasil autopsi terhadap dua jenazah Aremanita yang dilakukan pada Sabtu, 5 November 2022. Keduanya ialah Natasya Debi Ramadhani (16), dan Nayla Debi Anggraeni (13).
 
"Kesimpulan dari proses autopsi jenazah Natasya Debi Ramadhani didapati adanya tanda bekas kekerasan benda tumpul," ungkapnya di Universitas Airlangga Surabaya, Rabu, 30 November 2022.
 
Kemudian, patah tulang pada susunan tulang iga dan terdapat pendarahan dalam kategori jumlah yang banyak. Sejumlah temuan pada jenazah Natasya itu, juga didapati pada jenazah Nayla Debi Anggraeni. Jenazah Nayla didapati mengalami patah tulang sebagian pada susunan tulang iga sisi kanan.
 
"Kemudian, adiknya Naila. Juga sama tapi ada di tulang dadanya. Patahnya itu. Juga di sebagian tulang iga, sebelah kanan," ucapnya.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif