Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Kasus Lukas Enembe, KPK Selisik Proses Lelang Proyek Hingga Aliran Duit

Fachri Audhia Hafiez • 03 Desember 2022 10:48
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik berbagai peristiwa yang diduga terkait dengan perbuatan pidana Gubernur Papua Lukas Enembe. KPK mendalami hal itu melalui sejumlah saksi.
 
Saksi dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua, Kristina Lilyana dan Plt Kepala Biro Layanan PBJ (BLPBJ) Setda Provinsi Papua, Debora Salossa diminta menjelaskan soal lelang proyek infrastruktur di Bumi Cendrawasih. Mereka diperiksa pada Rabu, 30 November 2022.
 
"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan lelang proyek infrastruktur di Provinsi Papua," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK juga menelisik berbagai proyek infrastruktur di Provinsi Papua. Keterangan itu didalami kepada saksi dari unsur swasta, Timotius Enumbi dan Yules Weya.
 
Selanjutnya, Lembaga Antikorupsi menggali keterangan dari saksi swasta Ramlah Citra Pramita alias Lala Saga; kurir Fit Fun Catering, Ade Rahmad; dan pedagang Endri Susanto. Mereka dicecar soal aliran uang Lukas Enembe.
 
"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait penggunaan aliran uang yang diterima tersangka LE (Lukas Enembe)," ujar Ali.
 

Baca: KPK Cecar Saksi Soal Uang Buat Keperluan Lukas Enembe


KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber APBD Provinsi Papua. Dia sudah dua kali dipanggil oleh KPK.
 
Pertama sebagai saksi untuk hadir pada 12 September 2022. Ia tidak hadir pada pemanggilan di Markas Brimob Jayapura tersebut dengan alasan sakit.
 
Pemanggilan kedua, Lukas dipanggil sebagai tersangka pada Senin, 26 September 2022. Namun, Lukas kembali mangkir dengan alasan sakit.
 
Selain itu, Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan kasus Lukas Enembe tidak dipolitisasi. 'Tidak ada politisasi, opini, kriminalisasi. Ini murni berdasarkan bukti permulaan cukup bahwa telah terjadi peristiwa pidana,' kata Firli dalam keterangannya, Kamis, 3 November 2022.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif