Terdakwa Kuat Maruf di ruang sidang PN Jaksel. Foto: Tangkapan layar TV Pool
Terdakwa Kuat Maruf di ruang sidang PN Jaksel. Foto: Tangkapan layar TV Pool

Refleks Ambil Pisau Kejar Brigadir J, Putri ke Kuat: Yosua Sadis

Candra Yuri Nuralam • 05 Desember 2022 21:58
Jakarta: Terdakwa Kuat Ma'ruf mengamini membawa pisau saat mengejar Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) di rumah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo di Magelang. Dia menyebut refleks mengambil pisau karena mendengar keributan.
 
"Saya melihat ada pisau di atas apel, saya ambil itu pisau dan Yosua setelah itu buka pintu kamar menuju garasi, terus saya kantongi itu pisau, terus saya balik lagi saya kejar Yosua," kata Kuat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 Desember 2022.
 
Brigadir J tidak berhasil ditangkap oleh Kuat saat itu. Akhirnya, Kuat memutuskan naik ke kamar istri Sambo, Putri Candrawathi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat itu, dia melihat Asisten Rumah Tangga Susi tengah membantu Putri bangun menuju kasur. Tak lama kemudian, Putri menangis.
 
"Ibu (Putri) menangis kayak ketakutan, seperti itu," ujar Kuat.
 

Baca Juga: Ricky Rizal: Kuat Ma’ruf Kejar Brigadir J Sambil Bawa Pisau


Tak lama setelahnya, Putri mencari ponselnya. Dia ingin menghubungi Bripka Ricky Rizal Wibowo untuk segera pulang. Menurut Kuat, Putri tidak mau ditinggal saat itu.
 
Kuat mengaku sempat menanyakan apa yang terjadi di Magelang ke Putri. Menurut dia, Putri menyebut Brigadir J melakukan tindakan sadis.
 
"(Putri bilang) 'Yosua sadis sekali kepada ibu' terus sambil nangis ngomong gitu. Terus nanya 'mana HP mana HP' saya kasihkan HP-nya ibu yang ada di kasur, terus ibu megang HP tapi gemetaran tangannya ibu," ucap Kuat.
 
Kuat mengaku tidak mengetahui maksud Putri. Pasalnya, Putri tidak cerita dengan rinci.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif